Bandar Lampung – Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Daerah secara virtual di ruang Sakai Sambayan, Senin (24/2/2025). Rapat ini dipimpin langsung oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri, Tomsi Tohir, yang menekankan pentingnya menjaga stabilitas harga bahan pangan menjelang dan selama bulan Ramadan serta Hari Raya Idul Fitri.

“Pemerintah berharap agar Ramadan tahun ini benar-benar bisa dikendalikan harga-harganya, dan kalau bisa tidak ada kenaikan,” ujar Tomsi Tohir.

Dalam rapat tersebut, Plh. Deputi Bidang Statistik dan Distribusi Jasa Badan Pusat Statistik (BPS), M. Habibullah, memaparkan tren inflasi menjelang Ramadan dalam beberapa tahun terakhir. Ia mengungkapkan bahwa sejak tahun 2020, jumlah kota yang mengalami inflasi saat Ramadan terus meningkat, dengan puncaknya pada Maret 2024, di mana 136 kota terdampak inflasi.

Baca Juga  Atlet Disabilitas Bandar Lampung Dipastikan Berangkat Umroh Tahun ini

“Hal ini harus menjadi perhatian kita semua, terutama karena inflasi menjelang Ramadan lebih dominan terjadi di kota-kota di luar Pulau Sumatera dan Jawa,” ungkapnya.

Berdasarkan data historis, kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang utama inflasi selama Ramadan. Pada Maret 2024, komoditas dengan andil inflasi terbesar adalah telur ayam ras (0,09%), daging ayam ras (0,09%), beras (0,09%), cabai rawit (0,02%), dan bawang putih (0,02%).

Dengan adanya Rakor ini, diharapkan pemerintah daerah dapat mengambil langkah-langkah strategis guna memastikan ketersediaan pasokan pangan dan mengendalikan harga menjelang Ramadan 2025, sehingga masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan lebih tenang.(Rls)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan