BANDAR LAMPUNG — Suasana halaman depan Viper Bar & Resto, Senin (25/5/2026), tampak berbeda dari biasanya. Bukan dentuman musik atau keramaian pengunjung yang terlihat, melainkan senyum hangat puluhan warga Kelurahan Sukaraja, Kecamatan Bumi Waras, yang datang membawa kupon sembako di tangan mereka.
Satu per satu warga dari RT 17 dan RT 18 Lingkungan II menerima paket bantuan berisi beras, minyak goreng, dan gula. Total ada 98 paket sembako yang dibagikan kepada masyarakat sekitar lokasi usaha.
Bagi sebagian warga, bantuan itu mungkin terlihat sederhana. Namun di tengah kebutuhan hidup yang terus meningkat, perhatian kecil seperti itu terasa begitu berarti.

Di sudut kerumunan, beberapa ibu rumah tangga tampak berbincang sambil memegang paket sembako yang baru diterima. Ada yang tersenyum lega, ada pula yang mengaku terbantu untuk kebutuhan dapur beberapa hari ke depan.
Legal Officer Viper Bar & Resto, Puja Suud, mengatakan kegiatan sosial tersebut lahir dari keinginan manajemen untuk hidup berdampingan secara baik dengan masyarakat sekitar.
“Kami sadar keberadaan usaha kami berada dekat dengan lingkungan warga. Karena itu kami ingin membangun hubungan yang harmonis, bukan sekadar bertetangga, tetapi juga saling peduli,” ujarnya.

Menurut Puja, kegiatan berbagi itu bukan kali pertama dilakukan. Bahkan sejak bangunan usaha masih dalam tahap pembangunan, pihak manajemen sudah rutin menyalurkan bantuan kepada warga sekitar secara door to door.
Kini, pembagian dilakukan lebih terbuka agar pihak manajemen dapat bertemu langsung dan mendengar aspirasi masyarakat.
“Kami ingin lebih dekat dengan warga. Kadang yang dibutuhkan bukan hanya bantuan, tapi komunikasi dan rasa saling menghargai,” katanya.
Tak hanya berbagi sembako, manajemen juga berupaya menjawab keluhan warga terkait suara dari tempat usaha yang dianggap masih terdengar hingga area permukiman. Sebagai bentuk tanggung jawab, mereka membangun tembok peredam setinggi sekitar 20 meter untuk mengurangi kebisingan.
Langkah itu, menurut Puja, menjadi bagian dari upaya menjaga kenyamanan bersama.
“Kami ingin usaha ini tetap berjalan baik tanpa mengganggu masyarakat sekitar,” tambahnya.
Bagi warga Sukaraja, perhatian seperti itu memberi kesan tersendiri. Di balik gemerlap dunia hiburan malam, mereka melihat ada kepedulian yang perlahan tumbuh dan mencoba merangkul lingkungan sekitar.
Hubungan yang awalnya mungkin hanya sebatas antara pelaku usaha dan masyarakat, kini perlahan berubah menjadi kedekatan sosial yang lebih hangat dan manusiawi.(Wanda)




