BANDAR LAMPUNG – Kesempatan emas bagi pelajar SMP, SMA, dan mahasiswa se-Lampung untuk menunjukkan bakat menulis. Lomba Cipta Puisi dan Cerpen Kemah Sastra 2026 resmi dibuka dengan hadiah jutaan rupiah serta kesempatan mengikuti Kemah Sastra bersama sastrawan dan akademisi ternama.
Penanggung jawab kegiatan, Fitri Angraini, didampingi sekretarisnya Anggi Farhans, menjelaskan bahwa kegiatan ini didukung oleh Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia melalui program Dana Indonesiana dan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).
Menurut Fitri, lomba ini tidak dipungut biaya alias gratis. “Kirimkan tulisan terbaik kamu dengan tema Lampung! Syarat dan ketentuan naskah bisa dibaca di formulir pendaftaran,” ujar Fitri yang juga Direktur Lamban Sastra Isbedy Stiawan ZS, Senin (16/2/2026).
Dua cabang lomba dibuka, yakni Cipta Puisi dan Cipta Cerpen. Setiap peserta diperbolehkan memilih satu cabang dan hanya mengirimkan satu karya terbaiknya.
“Untuk 20 peserta yang lolos kurasi akan kami ikutsertakan dalam kegiatan Kemah Sastra 2026 dengan fasilitas akomodasi, transportasi, dan konsumsi gratis,” jelas Fitri.
Ia menegaskan, karya yang dikirim harus orisinal, bukan plagiarisme, saduran, atau bentuk kecurangan lainnya. Jika terbukti melanggar, peserta akan didiskualifikasi dan hadiah yang telah diberikan akan ditarik kembali. Selain itu, karya tidak boleh mengandung unsur SARA, LGBTQ, maupun ujaran kebencian.
Peserta juga diwajibkan mengikuti akun Instagram @kemahsastra2026 sebagai bagian dari persyaratan administrasi.
Sementara itu, Anggi mengajak para pelajar dan mahasiswa untuk tidak menyia-nyiakan kesempatan ini. “Tidak hanya berhadiah dan ikut kemah, karya kamu juga akan dibukukan dan dialihwahanakan ke dalam Bahasa Lampung. Bukunya gratis untuk peserta,” ungkapnya.
Pendaftaran telah dibuka dan karya dapat dikirim dalam format Word/Docx/PDF sebelum 5 Maret 2026 melalui tautan bit.ly/kemahsastra2026.
Untuk informasi lebih lanjut, peserta dapat menghubungi 0895613194499 (Kak Farhan) atau 08158329169 (Ibu Fitri).
“Mari jadi bagian dari kegiatan bergengsi ini. Sampai berjumpa di Kemah Sastra 2026!” tutup Fitri dan Anggi.(Rls)

Baca Juga  Gubernur Mirza Soroti Harga Minyak Goreng di Pasar Natar Masih di Atas HET: “Lampung Produsen Sawit, Tapi Harga Justru Mahal”

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan