BANDAR LAMPUNG — Mahasiswa Universitas Lampung (Unila), Mayang Bulan Chalista, meraih Juara III Putri Duta Generasi Berencana (GenRe) Indonesia 2026. Prestasi tersebut diraih saat mewakili Provinsi Lampung dalam ajang Adujaknas di Jakarta, 21–22 September 2026.
Mahasiswa Program Studi Administrasi Bisnis, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unila itu membawa inovasi SAyang (Sahabat Mayang), sebuah program yang berfokus pada penguatan keluarga, kesehatan mental remaja, serta persoalan fatherless atau minimnya keterlibatan ayah dalam pengasuhan anak.
Melalui kampanye #SAyangAyoLihatSekitar, Mayang mengembangkan tiga pilar program, yakni Navigasi K3, Rumah Pintar MY IQ, dan #SafeSpace. Program tersebut dirancang untuk memperluas dukungan psikososial dan membangun lingkungan yang lebih aman bagi remaja.
Inovasi SAyang telah menjangkau 64 keluarga dan memberikan pendampingan psikososial kepada 120 peserta didik, termasuk 27 anak yang terdampak fenomena fatherless. Program ini juga membangun jejaring dukungan yang melibatkan lebih dari 3.000 remaja.
Dalam pelaksanaannya, Mayang berkolaborasi dengan Forum GenRe Lampung dan berbagai komunitas. Ia juga turut mengaktifkan kembali tiga Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R) sebagai ruang edukasi serta pendampingan bagi generasi muda.
Mayang mengatakan, pengalaman akademik di FISIP Unila dan keterlibatannya dalam PIK-R RAYA Unila menjadi bekal penting untuk mengembangkan kemampuan strategis, kepemimpinan, membangun jejaring, serta mengelola program sosial.
“Pencapaian ini menjadi pembuktian keresahan dapat diubah menjadi inovasi yang berdampak,” ujarnya.
Ke depan, Mayang berkomitmen memperluas jangkauan program SAyang melalui pembinaan PIK-R, pelatihan konselor sebaya, serta kampanye yang mendorong keterlibatan ayah dalam pengasuhan anak.
Prestasi ini tidak hanya menjadi kebanggaan bagi Unila dan Provinsi Lampung, tetapi juga memperlihatkan peran mahasiswa dalam merespons persoalan sosial di kalangan generasi muda melalui program yang berorientasi pada pendampingan dan pemberdayaan masyarakat.(**)




