Bandar Lampung – PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 2 Panjang diduga sengaja menutup sejumlah saluran drainase di depan kantor mereka. Akibatnya, air meluap dan menyebabkan banjir di Jalan Yos Sudarso serta perkampungan warga di Kelurahan Pidada dan Panjang Utara.
Menurut Camat Panjang, Hendri Satria Jaya, persoalan ini sudah lama terjadi dan pernah dibahas sejak tahun 2022. Namun, hingga kini tidak ada tindak lanjut dari pihak Pelindo.
“Ini karena saluran drainase milik Pelindo ditutup, sehingga air meluap ke jalan dan perkampungan warga,” jelas Hendri, Kamis (6/2/2025).

Hendri juga mengungkapkan bahwa Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana, pernah turun langsung ke lokasi dan berdiskusi dengan perwakilan Pelindo. Saat itu, Pelindo berjanji akan membuka saluran drainase yang ditutup.
“Bunda Eva dulu pernah datang langsung ke sini dan bertemu dengan perwakilan Pelindo. Janjinya drainase akan dibuka, tapi nyatanya bohong,” tegasnya.

Hendri menilai bahwa tindakan Pelindo ini sangat merugikan warga sekitar.
“Kalau seperti ini, yang dibuat susah kan masyarakat. Apa sih susahnya membuka saluran drainase?” tutupnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Pelindo belum memberikan tanggapan terkait tudingan ini.(Ridho)






