BANDAR LAMPUNG — Pemerintah Kota Bandar Lampung memastikan akan mengambil langkah cepat dan terukur untuk mengatasi persoalan kelangkaan solar yang dalam beberapa minggu terakhir dikeluhkan masyarakat. Konsumsi harian yang tidak seimbang dengan pasokan diduga menjadi salah satu pemicu antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU.

Sekretaris Daerah Kota Bandar Lampung, Iwan Gunawan, menegaskan pihaknya akan segera menjalin komunikasi resmi dengan Pertamina untuk mencari solusi yang dapat diterapkan dalam waktu dekat. Menurutnya, pemerintah daerah tidak bisa menunggu situasi membaik dengan sendirinya karena dampaknya sudah langsung dirasakan masyarakat dan unit pelayanan publik.

“Kasus ini sudah mengganggu aktivitas warga dan sebagian layanan masyarakat. Pemkot akan segera berkoordinasi dengan Pertamina agar distribusi solar bisa kembali normal sehingga masyarakat tidak kesulitan,” ujar Iwan, Selasa (25/11).

Baca Juga  Tragedi di Gedong Air: Sepasang Suami Istri Tewas Tertimbun Tembok Roboh Saat Hujan Deras

DLH Akui Operasional Terganggu Serius

Kelangkaan solar paling terasa di Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandar Lampung. Kepala DLH, Yusnadi Ferianto, menyebut bahwa sejak sekitar satu setengah bulan lalu, pengangkutan sampah tidak dapat dilakukan secara optimal akibat keterlambatan pengisian BBM jenis solar.

Menurut Yusnadi, armada pengangkut sampah kerap harus menunggu berjam-jam di SPBU. Bahkan, beberapa kendaraan sampai terpaksa menunda operasional karena tidak mendapatkan solar pada hari yang sama.

“Sering terjadi armada sudah mengantre lama namun stok BBM habis. Akhirnya harus menunggu hingga esok hari. Kondisi ini berdampak pada penurunan jumlah sampah yang berhasil diangkut,” jelasnya.

Rata-Rata Pengangkutan Turun Hingga 40 Persen

Dalam kondisi normal, DLH mampu mengangkut sekitar 700 ton sampah per hari. Namun sejak kelangkaan terjadi, volume sampah yang terangkut turun menjadi 600–650 ton per hari. Penurunan ini dinilai cukup signifikan dan berpotensi menimbulkan penumpukan sampah di beberapa titik pemukiman maupun jalan protokol.

Baca Juga  Pj Gubernur Lampung Ikuti Rakornas 2024 yang Dibuka Presiden Prabowo

Yusnadi mengatakan pihaknya sudah menginstruksikan Unit Pelaksana Teknis (UPT) untuk mengatur ulang pola kerja, termasuk penjadwalan pengisian solar. DLH juga terus berupaya melakukan koordinasi informal dengan pihak SPBU untuk memastikan armada pengangkut mendapat prioritas agar pelayanan publik tetap berjalan.

“Kami berharap masalah ini tidak berkepanjangan. Pengelolaan sampah adalah layanan vital, sehingga kelancaran BBM bagi armada harus menjadi perhatian bersama,” ucapnya.

Pemkot Siapkan Langkah Antisipasi Jika Situasi Berlanjut

Selain berkoordinasi dengan Pertamina, Pemkot juga menyiapkan skema antisipasi apabila kelangkaan solar masih terjadi. Di antaranya adalah pengaturan ulang rute layanan, penambahan jam kerja petugas pada beberapa titik rawan sampah, serta kemungkinan melakukan pengalihan sementara pada armada yang masih memiliki cadangan BBM.

Baca Juga  Gubernur Lampung Lantik Nanda Indira dan Antonius Muhammad Ali Sebagai Bupati dan Wakil Bupati Pesawaran 2025–2030

Iwan Gunawan menegaskan Pemkot sangat berharap Pertamina segera memberikan penjelasan terkait penyebab kelangkaan dan langkah pemulihan pasokan. “Kami juga meminta masyarakat untuk tetap tenang. Pemerintah akan mengupayakan agar distribusi solar kembali stabil,” katanya.

Situasi kelangkaan solar ini bukan hanya terjadi di Bandar Lampung, tetapi juga dirasakan di beberapa daerah lain di Lampung. Karenanya, koordinasi menyeluruh antara pemerintah daerah dan Pertamina dinilai sangat penting untuk mencegah terjadinya dampak yang lebih besar.(rdo)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan