Bandar Lampung –

Pj. Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Fredy, membuka Rapat Koordinasi Swasembada Pangan Provinsi Lampung yang berlangsung di Balai Keratun Lt. 3, Rabu (18/12/2024).

Rapat ini menjadi tindak lanjut dari visi Presiden RI 2024-2029 yang tercantum dalam Asta Cita, salah satunya mendorong kemandirian bangsa melalui swasembada pangan, energi, air, dan ekonomi.

“Rapat koordinasi ini merupakan langkah awal kesiapan Provinsi Lampung dalam mendukung program pemerintah mempercepat swasembada pangan nasional dari target awal tahun 2029 menjadi tahun 2027,” ungkap Pj. Sekdaprov Lampung.

Selama empat tahun terakhir, produksi padi di Lampung mengalami tren peningkatan, dengan capaian luas tanam dari 489.573 hektar pada 2021 menjadi 531.616 hektar pada 2024. Namun, produktivitas tahun ini diperkirakan turun menjadi 51,37 Ku/Ha dari 52,03 Ku/Ha tahun sebelumnya akibat dampak kekeringan.

Baca Juga  Gubernur Lepas Keberangkatan Kloter Pertama Jemaah Haji Lampung Tahun 2025

Tantangan pembangunan pertanian di Lampung cukup signifikan, mulai dari perubahan iklim, gejolak harga pangan, alih fungsi lahan, hingga distribusi. Meski demikian, Lampung menargetkan luas tanam 1.034.205 hektar pada 2025, yang terdiri dari 849.384 hektar pertanaman reguler dan 184.821 hektar optimalisasi lahan serta cetak sawah baru.

Untuk mendukung target tersebut, Pj. Sekdaprov Lampung menekankan perlunya sinergi seluruh pemangku kepentingan serta upaya luar biasa melalui:

1.Penyediaan air sepanjang tahun melalui perbaikan irigasi, pompa air, embung, dan infrastruktur lainnya.
2.Ketersediaan pupuk, benih, serta alat dan mesin pertanian.
3.Pendampingan teknis kepada petani di lapangan.

“Koordinasi dan sinergisitas semua pihak sangat penting agar kita dapat mewujudkan Swasembada Pangan sesuai yang dicita-citakan,” tegasnya.(Satria)

Baca Juga  Pemprov-DPRD Satu Suara Soal Perubahan APBD 2026

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan