BANDAR LAMPUNG — Produksi sektor peternakan Provinsi Lampung sepanjang 2025 mencapai 428.667,49 ton, meningkat 5,85 persen dibandingkan 2024 yang tercatat 404.992,65 ton.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Provinsi Lampung, Lili Mawarti, mengatakan pertumbuhan tersebut melampaui target pemerintah sebesar 1,36 persen.

Dengan realisasi 5,85 persen, capaian terhadap target kinerja mencapai 430,15 persen. Namun, angka tersebut bukan berarti produksi meningkat 430 persen.

“Angka 430,15 persen merupakan persentase capaian terhadap target kinerja, bukan berarti produksi ternak secara fisik meningkat 430,15 persen,” kata Lili, Rabu (9/9/2026).

Pertumbuhan terjadi pada sejumlah komoditas. Produksi daging naik dari 155.597,90 ton menjadi 165.262,42 ton. Daging kambing tumbuh 12,46 persen dan domba 10,28 persen.

Baca Juga  Sidak Tengah Malam Berbuah Hasil, Warga Mulai Nyaman dengan Operasional Viper

Produksi telur juga meningkat 5,65 persen menjadi 259.353,19 ton, sedangkan produksi susu naik 3,56 persen menjadi 4.051,88 ton.

Menurut Lili, peningkatan produksi didukung program pembibitan, peningkatan mutu genetik, inseminasi buatan (IB), penyediaan pakan, perbaikan bibit, biosekuriti serta pelayanan kesehatan hewan.

Program IB menghasilkan 125.350 kelahiran sapi dan kerbau, jauh di atas target 62.726 ekor. Produksi semen beku mencapai 58.236 straw atau 116,24 persen dari target.

Di sisi lain, Lili mengakui masih terdapat sejumlah program yang belum mencapai target. Salah satunya sertifikasi GFP/GBP yang baru terealisasi satu unit usaha dari target dua unit.

Untuk 2026, DPKH menargetkan PAD sebesar Rp1,341 miliar, meningkat dari Rp552,032 juta pada 2025. Sementara pagu anggaran DPKH dalam APBD 2026 mencapai Rp25,549 miliar.

Baca Juga  IJP Lampung Gelar Pemotongan Hewan Kurban, 120 Paket Daging Dibagikan ke Anggota dan Warga

Dari jumlah tersebut, Rp18,091 miliar atau sekitar 70,8 persen dialokasikan untuk belanja pegawai.

Lili menegaskan capaian produksi dan kinerja 2025 telah melalui proses verifikasi dan evaluasi berjenjang. Tingginya capaian terhadap target juga akan menjadi bahan evaluasi agar penetapan target berikutnya lebih presisi dan berbasis data.

“Keberhasilan sektor peternakan tidak hanya diukur dari peningkatan angka produksi, tetapi juga dari sejauh mana pembangunan peternakan mampu meningkatkan produktivitas, kesejahteraan peternak dan ketersediaan protein hewani bagi masyarakat Lampung,” pungkasnya.(Red)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan