BANDAR LAMPUNG — Program SMA Terbuka di Provinsi Lampung mulai membuka jalan pendidikan bagi mereka yang sempat terputus dari bangku sekolah. Salah satunya melalui SMAN 1 Kotabumi, Lampung Utara, yang ditunjuk sebagai sekolah induk penyelenggara program tersebut.

Program yang digagas Pemerintah Provinsi Lampung bersama Dinas Pendidikan ini menyasar anak putus sekolah berusia di bawah 21 tahun agar kembali mendapatkan kesempatan menyelesaikan pendidikan jenjang SMA.

Menariknya, akses pendidikan tersebut juga diberikan kepada Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di Rumah Tahanan (Rutan) Kotabumi.

Kepala SMAN 1 Kotabumi, Media Sari Putri, mengatakan program SMA Terbuka mendapat respons positif. Selain siswa yang belajar di Tempat Kegiatan Belajar (TKB) SMAN 1 Kotabumi, sejumlah WBP di Rutan Kotabumi juga mengikuti program tersebut.
“Alhamdulillah program ini sudah berjalan. Siswa kita ada yang belajar di TKB SMAN 1, ada juga yang merupakan warga binaan di Rutan. Antusiasmenya sangat luar biasa. Bahkan, hampir setiap minggu kita mendapat tambahan siswa baru dari warga binaan Rutan,” kata Media Sari Putri.

Baca Juga  Demokrat Rekomendasikan Rahmat Mirzani dan Jihan Maju Pilgub Lampung 2024

Saat ini terdapat 23 siswa yang mengikuti program SMA Terbuka melalui SMAN 1 Kotabumi. Sebanyak delapan siswa belajar di TKB SMAN 1 Kotabumi, sedangkan 15 lainnya merupakan warga binaan yang berada di Rutan Kotabumi.

Khusus bagi siswa di Rutan, sekolah menerapkan sistem pembelajaran dengan mendatangi langsung lokasi tersebut. Para guru SMAN 1 Kotabumi secara bergantian memberikan pembelajaran sesuai mata pelajaran.
“Sistemnya, guru-guru mata pelajaran kita yang berkunjung langsung ke Rutan. Kegiatan belajar mengajar dilakukan secara penuh pada hari Sabtu, dari pagi hingga sore hari menyesuaikan jadwal mereka. Masa studinya pun normal seperti sekolah pada umumnya, yakni selama tiga tahun,” jelasnya.

Menurut Media Sari, keberadaan SMA Terbuka menjadi salah satu upaya untuk memastikan anak-anak yang pernah meninggalkan sekolah tetap memiliki kesempatan memperoleh pendidikan formal.

Baca Juga  Perabotan CV Sanjaya di CIP Lounge Bandara Raden Intan II Dipindah Paksa Tanpa Kompensasi   

Namun, tantangan masih ditemui dalam menjangkau anak putus sekolah di wilayah yang lebih luas. Sebagian besar peserta saat ini masih berasal dari Kecamatan Kotabumi dan daerah sekitarnya.
“Target kita ke depan pasti ingin merekrut sebanyak-banyaknya. Kita sudah menjajaki dan menyosialisasikan program SMA Terbuka ini ke berbagai kecamatan hingga perangkat desa,” ujarnya.

Persoalan jarak menjadi salah satu kendala utama. Selain itu, banyak anak putus sekolah yang sudah bekerja dan memilih mencari penghasilan di luar daerah.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, SMAN 1 Kotabumi berencana membentuk titik-titik kumpul belajar di sejumlah kecamatan yang berdekatan. Dengan pola tersebut, siswa diharapkan tidak harus menempuh perjalanan jauh untuk mengikuti kegiatan pembelajaran.

Baca Juga  DPRD Sebut Ada Pihak yang Berbohong Terkait Pemasangan Fiber Optik di Pematang Wangi

Di sisi lain, SMAN 1 Kotabumi juga mulai menyiapkan inovasi dalam pengelolaan sekolah berbasis teknologi.
Media Sari mengatakan pihaknya tengah mengembangkan Smart PC Visualisasi, termasuk sistem absensi yang nantinya terintegrasi langsung dengan website sekolah.
“Kita juga punya inovasi terbaru dalam pengelolaan sekolah melalui Smart PC Visualisasi, di mana sistem absensi akan terintegrasi langsung ke dalam website,” pungkasnya.

Program SMA Terbuka SMAN 1 Kotabumi menunjukkan bahwa pendidikan tidak semestinya berhenti hanya karena seseorang pernah putus sekolah. Dari ruang belajar sekolah hingga balik tembok Rutan, kesempatan untuk kembali menempuh pendidikan tetap terbuka.(Rls)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan