Pesawaran– Sekretaris Komisi I DPRD Provinsi Lampung, Hanifah, mengajak generasi muda untuk terus menghidupkan kembali semangat Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Seruan tersebut ia sampaikan dalam kegiatan Sosialisasi Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan yang digelar di Desa Paya, Kecamatan Padang Cermin, Kabupaten Pesawaran, Sabtu (19/7/2025).
Kegiatan yang dihadiri para pemuda, tokoh masyarakat, dan perangkat desa itu berlangsung penuh semangat. Hanifah menekankan bahwa Pancasila bukan sekadar dokumen negara atau hafalan di sekolah, melainkan pedoman hidup yang harus menjadi dasar dalam bersikap, bertindak, dan membangun relasi sosial.
“Pancasila bukan sekadar hafalan atau dokumen negara, tapi harus menjadi pedoman dalam bersikap, bertindak, dan membangun relasi sosial,” tegas Hanifah di hadapan peserta.
Pemuda Sebagai Penjaga Nilai Bangsa
Dalam paparannya, Hanifah yang juga Ketua Muslimat NU Kabupaten Pesawaran, menyampaikan keprihatinan terhadap pergeseran nilai dasar kebangsaan yang mulai terlihat di masyarakat, termasuk menurunnya semangat gotong royong, toleransi, dan solidaritas sosial.
“Pemuda adalah pewaris masa depan bangsa. Mereka harus memiliki karakter kebangsaan yang kuat, salah satunya dengan menjadikan Pancasila sebagai nilai hidup, bukan hanya simbol,” ujarnya.
Menurutnya, generasi muda memiliki peran penting untuk menjaga ketahanan nasional dari ancaman yang datang baik dari luar maupun dari dalam negeri. Sosialisasi ini, kata Hanifah, merupakan bagian dari tanggung jawab seorang legislator untuk memperkuat ideologi negara.
Pancasila sebagai Landasan Penguatan Sosial
Hanifah juga menekankan pentingnya penerapan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari lingkungan keluarga hingga masyarakat luas. Ia mencontohkan praktik sederhana seperti membangun kebersamaan, menjaga persatuan, hingga meningkatkan kepedulian sosial sebagai bentuk nyata pengamalan Pancasila.
“Nilai-nilai seperti gotong royong, keadilan sosial, dan penghargaan terhadap perbedaan adalah warisan Pancasila yang harus terus kita jaga. Jangan biarkan ideologi bangsa terkikis oleh pragmatisme dan intoleransi,” ungkapnya.
Pererat Silaturahmi dan Persatuan
Selain menyampaikan materi kebangsaan, Hanifah juga menekankan pentingnya silaturahmi antarwarga sebagai modal sosial yang harus terus dipelihara. Menurutnya, menjaga ikatan sosial sama pentingnya dengan menjaga ideologi bangsa.
“Kegiatan ini bukan hanya forum edukasi, tapi juga sarana mempererat ikatan sosial. Semoga pesan-pesan kebangsaan yang disampaikan dapat menginspirasi masyarakat untuk hidup lebih harmonis,” pungkas Hanifah.
Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari warga Desa Paya. Mereka berharap sosialisasi serupa dapat dilaksanakan secara rutin agar generasi muda semakin memahami dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.(Rls)



