Table of contents: [Hide] [Show]

    BANDAR LAMPUNG — Universitas Lampung (Unila) mendorong perguruan tinggi mempercepat penerapan hasil riset agar tidak berhenti di laboratorium, tetapi memberikan manfaat nyata bagi petani dan pembangunan pertanian.

    Komitmen tersebut disampaikan Wakil Rektor Bidang Akademik Unila, Prof. Dr. Eng. Suripto Dwi Yuwono, saat menghadiri ramah tamah Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal bersama Forum Komunikasi Perguruan Tinggi Pertanian Indonesia (FKPTPI) di Mahan Agung, Senin (12/10/2026).

    Suripto menekankan tiga agenda utama dalam pengembangan pertanian, yakni menyiapkan generasi pemimpin pertanian, mempercepat hilirisasi hasil penelitian, serta membangun kemitraan jangka panjang antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat.

    Menurutnya, mahasiswa pertanian perlu memiliki kemampuan lintas disiplin, menguasai teknologi, dan memahami persoalan yang dihadapi petani di lapangan. Dengan begitu, pendidikan dan penelitian tidak hanya menghasilkan pengetahuan, tetapi juga solusi atas tantangan sektor pertanian.

    Baca Juga  Budiyono Terpilih Aklamasi Pimpin KAHMI Lampung 2026–2031

    Unila juga mendorong pengembangan inovasi di bidang pangan, bioenergi dari residu pertanian, biochar, dan bioproduk. Pengembangan tersebut diharapkan mampu meningkatkan nilai ekonomi hasil pertanian sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.

    Sementara itu, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal memaparkan potensi komoditas unggulan daerah serta perkembangan sektor pertanian, termasuk pemanfaatan alat dan mesin pertanian (alsintan) selama periode 2023–2026.

    Ia juga menyoroti pentingnya modernisasi pertanian untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani, salah satunya melalui program unggulan Pemerintah Provinsi Lampung, Desaku Maju.

    Pertemuan tersebut turut dihadiri Sekretaris Jenderal FKPTPI Prof. Dr. Ir. Samanhudi, para dekan dan wakil dekan perguruan tinggi pertanian dari berbagai daerah, serta sejumlah narasumber nasional dan internasional.

    Baca Juga  BRI Salurkan Ambulans TJSL ke Kejati Lampung

    Kolaborasi antara pemerintah dan perguruan tinggi diharapkan mampu memperkuat riset pertanian, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta mendorong lahirnya inovasi yang menjawab kebutuhan petani.

    Dengan demikian, keberhasilan riset pertanian tidak hanya diukur dari publikasi ilmiah, tetapi juga dari sejauh mana hasil penelitian dapat diterapkan untuk meningkatkan produktivitas, nilai tambah, dan kesejahteraan masyarakat tani.(Red)

    Tinggalkan Komentar

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    Iklan