BANDAR LAMPUNG– Lampung bersiap memiliki kawasan olahraga terpadu berskala besar. Di tengah harapan melahirkan atlet-atlet berprestasi, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung menargetkan proses pembebasan lahan Lampung Sport Center (LSC) rampung pada November 2026.
Kawasan olahraga yang direncanakan berada di dekat pintu Tol Institut Teknologi Sumatera (ITERA) itu diproyeksikan menjadi ruang baru bagi perkembangan olahraga sekaligus pusat aktivitas masyarakat.
Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Marindo Kurniawan, mengatakan proses penyiapan lahan kini memasuki tahap akhir. Pemprov bersama Badan Pertanahan Nasional (BPN) tengah menyelesaikan pembahasan daftar nominatif dan peta bidang tanah.
Menurut Marindo, lahan yang disiapkan merupakan aset PTP dengan luas sekitar 150 hingga 170 hektare. Luasan pastinya masih menunggu hasil pemetaan dari tim BPN.
“Lokasinya di dekat pintu tol ITERA. Di sebelah pintu tol ITERA itu ada lahan PTP seluas sekitar 150-170 hektare yang akan digunakan untuk Sport Center,” kata Marindo, Jumat (6/11/2026).
Di atas lahan tersebut, berbagai fasilitas olahraga dirancang untuk menunjang kebutuhan atlet, mulai dari pembinaan hingga penyelenggaraan kompetisi tingkat nasional dan internasional.
Masterplan kawasan mencakup stadion utama berkapasitas 40 ribu penonton dengan lapangan berstandar FIFA. Stadion ini tidak hanya disiapkan untuk pertandingan sepak bola, tetapi juga cabang olahraga atletik.
Selain itu, akan dibangun gedung olahraga (GOR) berkapasitas 10 ribu penonton. Berbagai cabang olahraga seperti basket, futsal, tenis, pencak silat, bulu tangkis, tinju hingga bela diri lainnya direncanakan dapat menggunakan fasilitas tersebut.
Kawasan ini juga dilengkapi stadion baseball, fasilitas olahraga air atau aquatic stadium berstandar tipe A, lapangan panahan, serta lapangan golf seluas sekitar 49 hektare.
Namun, Sport Center tidak hanya diproyeksikan sebagai tempat pertandingan. Kebutuhan atlet selama menjalani pemusatan latihan maupun kompetisi juga menjadi bagian dari perencanaan.
Pemprov merancang pembangunan wisma atlet serta rumah sakit khusus atlet dengan kapasitas 350 hingga 500 tempat tidur. Rumah sakit tersebut direncanakan memiliki layanan rehabilitasi medik untuk mendukung pemulihan kondisi atlet.
Di luar kebutuhan olahraga, kawasan ini juga akan dikembangkan sebagai ruang publik dan pusat kegiatan masyarakat.
Sejumlah fasilitas penunjang disiapkan, antara lain hotel bintang empat dengan kapasitas 300 kamar, pusat perbelanjaan, tempat rekreasi, masjid, hingga ruang terbuka publik.
Untuk mendukung kegiatan berskala besar, direncanakan pula exhibition hall berkapasitas 10 ribu orang dan convention center dengan aula utama berkapasitas 8.000 orang.
Fasilitas tersebut diharapkan dapat menjadi tempat penyelenggaraan pameran, konser, pertemuan, dan berbagai kegiatan lainnya.
Seluruh kawasan akan ditopang infrastruktur berupa jalan, jalur pedestrian, drainase, jaringan utilitas, penataan lanskap, serta jembatan ikonik.
Meski demikian, seluruh fasilitas tersebut masih berada dalam tahap perencanaan masterplan. Saat ini, fokus Pemprov Lampung adalah menuntaskan proses pelepasan lahan.
Jika seluruh tahapan berjalan sesuai target, Lampung Sport Center diharapkan tidak sekadar menjadi kawasan olahraga megah, tetapi juga membuka ruang lebih luas bagi atlet daerah untuk berkembang, masyarakat menikmati fasilitas publik, serta tumbuhnya aktivitas ekonomi baru di Lampung.(Red)




