Lampung Timur – Sebanyak 140 siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI) Miftahul Huda, Desa Labuhanratu 4, Kecamatan Labuhanratu, Kabupaten Lampung Timur, mendapat pembekalan penting tentang bahaya narkoba, pencegahan bullying, hingga penggunaan media sosial secara bijak.
Kegiatan edukasi yang menyasar siswa kelas IV hingga IX tersebut menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai unsur, yakni Camat Labuhanratu Agustinus Trihandoko, Badan Narkotika Nasional (BNN), Ikatan Wartawan Online (IWO) Provinsi Lampung, serta Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) Kabupaten Lampung Timur.
Di hadapan para siswa, Camat Labuhanratu Agustinus Trihandoko menegaskan bahwa pembentukan karakter menjadi kunci utama dalam menghadapi berbagai ancaman di era digital.
Menurutnya, anak-anak yang memiliki akhlak, disiplin, dan rasa tanggung jawab akan lebih mampu membentengi diri dari pengaruh negatif, termasuk penyalahgunaan narkoba dan perilaku buruk di lingkungan pergaulan.
“Kalau akhlak sudah terbentuk dan kedisiplinan sudah tertanam sejak dini, anak-anak akan memiliki benteng yang kuat untuk menjaga dirinya sendiri,” ujar Agustinus.
Sementara itu, perwakilan BNN, Septina Apsari Dewi, memberikan pemahaman mengenai bahaya narkoba yang dapat mengancam masa depan generasi muda.
Ia menjelaskan, narkoba bukan hanya berdampak terhadap kesehatan fisik, tetapi juga dapat merusak fungsi otak, mengganggu proses belajar, hingga menyebabkan ketergantungan.
Septina juga mengingatkan para siswa agar lebih waspada terhadap lingkungan sekitar, termasuk tidak sembarangan menerima makanan maupun minuman dari orang yang tidak dikenal.
“Anak-anak harus lebih hati-hati. Jangan mudah menerima sesuatu dari orang yang tidak dikenal karena bisa saja ada pihak yang tidak bertanggung jawab mencampurkan zat berbahaya,” pesannya.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua IWO Provinsi Lampung Edy Arsadad memberikan edukasi mengenai dunia jurnalistik dan pentingnya literasi informasi di tengah maraknya penyebaran berita palsu atau hoaks.
Ia menjelaskan bahwa wartawan memiliki tugas mencari, mengumpulkan, memverifikasi, serta menyampaikan informasi kepada masyarakat berdasarkan fakta dan kode etik jurnalistik.
“Wartawan bukan hanya menulis berita, tetapi memastikan informasi yang disampaikan benar dan dapat dipertanggungjawabkan,” kata Edy.
Tidak hanya mengenalkan profesi wartawan, Edy juga mengajak para siswa belajar membuat berita sederhana. Ia mengingatkan bahwa di era media sosial, setiap orang dapat menjadi penyebar informasi sehingga harus bertanggung jawab terhadap setiap konten yang dibagikan.
“Jadilah pengguna media sosial yang bijak. Jangan menyebarkan informasi bohong karena satu unggahan bisa berdampak besar bagi orang lain,” ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris Dinas P3AP2KB Lampung Timur, Titin Wahyuni, fokus memberikan pemahaman tentang bahaya bullying di lingkungan sekolah.
Ia menjelaskan, bullying tidak hanya berupa kekerasan fisik, tetapi juga dapat berbentuk ejekan, penghinaan, ancaman, hingga tindakan mengucilkan teman.
Menurut Titin, perilaku sederhana seperti mengejek kondisi fisik, ekonomi, maupun latar belakang keluarga seseorang dapat meninggalkan luka psikologis yang mendalam.
Untuk memberikan contoh secara langsung, Titin bahkan mengajak dua siswa yang sempat saling mengejek untuk berdamai di hadapan peserta kegiatan. Keduanya kemudian diarahkan untuk saling meminta maaf dan berkomitmen tidak mengulangi tindakan tersebut.
“Sekolah harus menjadi tempat yang aman dan nyaman. Menghargai teman adalah bagian dari membangun karakter yang baik,” tegas Titin.
Melalui kegiatan tersebut, MI Miftahul Huda berharap para siswa tidak hanya memahami bahaya narkoba dan bullying, tetapi juga mampu menjadi generasi yang cerdas dalam menggunakan teknologi, menyaring informasi, serta menjaga sikap dalam kehidupan sehari-hari.(Gus)






