Bandar Lampung – Kelangkaan gas elpiji 3 kilogram di beberapa daerah membuat Anggota DPRD Provinsi Lampung, Lesty Putri Utami, geram. Ia menilai pemerintah seharusnya lebih cermat dalam memenuhi kebutuhan masyarakat, terutama untuk bahan bakar rumah tangga yang vital.
Lesty menyoroti bahwa kebijakan pemerintah sering kali diterapkan secara mendadak tanpa sosialisasi yang jelas. Akibatnya, masyarakat justru panik dan kesulitan mendapatkan gas elpiji untuk kebutuhan sehari-hari.
“Tiba-tiba dilakukan dan dilaksanakan tanpa melihat dampaknya. Padahal ini justru menimbulkan kepanikan di masyarakat. Gas itu kebutuhan pokok yang sangat diperlukan untuk kehidupan rumah tangga,” ujar Lesty di Bandar Lampung , 6 Febuari 2025.
Ia menegaskan bahwa pemerintah tidak bisa serta-merta mengambil keputusan tanpa proses komunikasi yang matang. Setiap kebijakan, terutama yang berkaitan dengan kebutuhan dasar masyarakat, harus melalui tahapan sosialisasi yang memadai.
“Harus ada sosialisasi dulu, harus ada penanganannya dulu supaya masyarakat bisa menerima dengan baik,” tambahnya.
Politisi PDI-Perjuangan ini juga meminta Pemerintah Pusat, khususnya Kementerian terkait, untuk lebih berhati-hati dalam menerapkan peraturan baru. Menurutnya, setiap kebijakan harus dirumuskan bersama dengan berbagai pihak agar tidak menimbulkan keresahan di masyarakat.
“Kalau pemerintah main selonong-selonong aja buat peraturan, itu namanya tidak ada komunikasi. Itu tidak baik dan tidak elok. Harusnya dikomunikasikan dahulu agar tidak menjadi persoalan di masyarakat,” tegasnya.
Lesty berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi kelangkaan elpiji 3 kg dan memastikan distribusi berjalan lancar agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.(Rls)





