BANDAR LAMPUNG — Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung menyiapkan langkah jangka panjang untuk menghadapi persoalan kekeringan dan memastikan kebutuhan air bersih masyarakat tetap terpenuhi.
Selain menyalurkan bantuan air bersih ke sejumlah wilayah terdampak, Pemkot Bandar Lampung berencana membangun puluhan sumur bor sebagai solusi permanen bagi warga yang kerap mengalami kesulitan mendapatkan air saat musim kemarau.
Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana mengatakan, pembangunan sumur bor akan diprioritaskan di wilayah yang mengalami kekeringan, terutama kawasan permukiman padat penduduk.
“Kita akan buat sumur bor untuk mengatasi kekeringan di lima kecamatan yang terdampak,” kata Eva, Minggu (30/08).
Menurutnya, Pemkot Bandar Lampung saat ini masih melakukan kajian bersama organisasi perangkat daerah (OPD) terkait untuk menentukan titik pembangunan sumur bor yang paling strategis dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat dalam jumlah besar.
Setiap wilayah terdampak diperkirakan akan memiliki dua hingga tiga titik sumur bor. Penentuan lokasi nantinya akan disesuaikan dengan kondisi lapangan dan kebutuhan masyarakat.
Eva menegaskan, penyediaan infrastruktur air bersih tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk tidak hanya menangani persoalan kekeringan secara sementara, tetapi juga menyiapkan solusi yang dapat digunakan masyarakat dalam jangka panjang.
Rencana tersebut bahkan akan diperluas. Pemkot Bandar Lampung menyiapkan pengadaan hingga 50 titik sumur bor pada tahun mendatang guna memperkuat ketersediaan air bersih di berbagai wilayah kota.
Langkah ini diharapkan dapat mengurangi ketergantungan warga terhadap bantuan air bersih ketika musim kemarau kembali terjadi.
Di sisi lain, Pemkot Bandar Lampung juga meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang dapat terjadi akibat cuaca panas, rendahnya kelembapan serta angin kencang.
Kepala BPBD Kota Bandar Lampung Idham Basyar Syahputra mengimbau masyarakat berhati-hati ketika melakukan aktivitas yang menggunakan api, termasuk saat membakar sampah.
Ia meminta masyarakat memastikan api benar-benar padam sebelum meninggalkan lokasi. Jika menemukan potensi kebakaran, warga diminta segera melaporkannya kepada petugas agar dapat ditangani secepat mungkin.
Upaya penyediaan sumur bor dan kesiapsiagaan menghadapi karhutla menjadi bagian dari langkah Pemkot Bandar Lampung dalam menghadapi dampak musim kemarau.
Di tengah kebutuhan air yang meningkat, pemerintah berharap ketersediaan sumber air baru dapat memberikan rasa aman sekaligus membantu warga menjalani aktivitas sehari-hari tanpa harus khawatir kekurangan air bersih.(Suf)





