BANDAR LAMPUNG — Pemerintah Kota Bandar Lampung bergerak cepat mengantisipasi dampak abu vulkanik akibat aktivitas Gunung Anak Krakatau yang mulai dirasakan di sejumlah wilayah.

Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana menginstruksikan jajaran Pemerintah Kota Bandar Lampung, khususnya Dinas Kesehatan, Puskesmas, Pustu dan Poskeskel, untuk turun langsung memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Salah satu langkah yang dilakukan yakni membagikan masker kepada warga sebagai upaya mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat paparan abu vulkanik.

“Dinas Kesehatan, Puskesmas, Pustu dan Poskeskel juga sudah kita minta untuk turun ke masyarakat, membagikan masker dan mendata warga yang membutuhkan pengobatan. Kita ingin masyarakat tetap sehat dan mendapatkan pelayanan dengan cepat,” ujar Eva Dwiana.

Baca Juga  Pemkot Bandar Lampung Maksimalkan Sektor Parkir untuk Dongkrak PAD

Selain sektor kesehatan, Pemkot Bandar Lampung juga mengerahkan Satgas untuk melakukan pembersihan debu vulkanik yang menempel di sejumlah ruas jalan dan fasilitas umum.

Penyemprotan jalan dilakukan secara berkala, bahkan disebut setiap tiga jam. Pembersihan tidak hanya menyasar jalan utama, tetapi juga jalan lingkungan yang terdampak debu vulkanik.

Menurut Eva, langkah tersebut merupakan bentuk kesiapsiagaan pemerintah daerah untuk menjaga kenyamanan dan keselamatan masyarakat di tengah meningkatnya aktivitas Gunung Anak Krakatau.

“Bunda sudah instruksikan tim untuk turun langsung membersihkan debu vulkanik, baik di jalan utama maupun jalan lingkungan. Penyemprotan dilakukan secara berkala, setiap tiga jam, supaya debu tidak semakin mengganggu masyarakat,” katanya.

Baca Juga  Rakor Pengendalian Inflasi 2026, Lampung Inflasi Terendah Kedua Nasional

Pemkot juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan menggunakan masker, terutama ketika beraktivitas di luar rumah.

Langkah antisipasi turut dilakukan di lingkungan pendidikan. Sekolah yang tetap melaksanakan kegiatan belajar mengajar diminta memastikan lingkungan sekolah bersih dari debu vulkanik. Para siswa juga diimbau menggunakan masker selama beraktivitas.

“Untuk anak-anak sekolah, besok yang tetap bersekolah kita imbau memakai masker. Sekolah juga harus dibersihkan dari debu vulkanik, sehingga anak-anak bisa belajar dengan aman dan nyaman,” tegas Eva.

Pemerintah Kota Bandar Lampung memastikan koordinasi antarorganisasi perangkat daerah terus dilakukan untuk memantau perkembangan kondisi di lapangan.

Masyarakat diminta tidak panik, tetap mengikuti informasi resmi pemerintah, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan perubahan kondisi akibat aktivitas Gunung Anak Krakatau.(Red)

Baca Juga  Pemkot Bandar Lampung Ambil Alih Normalisasi Sungai Tanjung Senang

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan