BANDAR LAMPUNG — Setelah tertunda berbulan-bulan, Musyawarah Daerah (Musda) XI DPD Partai Golkar Kota Bandar Lampung akhirnya memiliki tanggal pasti. Forum yang akan menentukan kepengurusan partai untuk periode berikutnya itu dijadwalkan berlangsung pada 21 September 2026 di Gedung Graha Karya Utama Golkar Provinsi Lampung.
Kepastian tersebut disampaikan Plt Ketua DPD Partai Golkar Kota Bandar Lampung, Riza Mirhadi, dalam rapat pengurus pada Selasa, 15 September 2026 lalu.
Riza menyebut pelaksanaan Musda telah mendapat persetujuan DPD Partai Golkar Provinsi Lampung. Ia berharap seluruh tahapan berjalan sesuai jadwal dan menghasilkan kepengurusan yang mampu memperkuat soliditas partai.
“Semoga Musda nanti berjalan dengan lancar dan sukses serta menghasilkan kepengurusan yang terbaik untuk Partai Golkar Kota Bandarlampung,” kata Riza.
Ketua Panitia Musda, Benny HN Mansyur, juga memastikan persiapan teknis terus dimatangkan.
“Kami dari panitia sudah siap untuk menyukseskan pelaksanaan Musda,” ujarnya.
Namun, kepastian jadwal itu datang bersamaan dengan berubahnya peta bursa calon ketua.
Nama anggota DPR RI, Rycko Menoza SZP, kini mencuat sebagai salah satu kandidat yang siap maju memperebutkan kursi Ketua DPD Partai Golkar Kota Bandar Lampung.
Rycko disebut telah mendapat restu dari Ketua Umum DPP Partai Golkar Bahlil Lahadalia untuk maju. Dukungan dari sejumlah pimpinan kecamatan (PK) juga disebut mulai mengarah kepadanya.
Bagi Rycko, dukungan tersebut membuka peluang Musda berlangsung secara aklamasi.Tetapi klaim dukungan belum sama dengan keputusan organisasi.
Suara para pemilik hak pilih dalam Musda tetap menjadi bagian penting dalam menentukan siapa yang akan memimpin Golkar Bandar Lampung. Begitu pula kemungkinan aklamasi, yang baru dapat terjadi apabila forum menyepakatinya sesuai mekanisme organisasi.
Di titik inilah kemunculan Rycko menjadi bagian penting dari dinamika Musda.
Sebab, sebelum namanya menguat, bursa calon ketua telah diwarnai sejumlah nama lain. Penundaan Musda selama sekitar delapan hingga sembilan bulan memberi ruang bagi dinamika internal partai untuk terus bergerak.
Waktu yang panjang itu membuat peta persaingan tidak lagi sama dengan ketika Musda pertama kali diagendakan.
Kini Rycko datang membawa dua modal politik yang disebut-sebut menguatkan langkahnya yakni restu dari tingkat pusat dan dukungan dari sebagian struktur di tingkat kecamatan.
Namun, seberapa jauh dukungan tersebut akan bertahan hingga ruang Musda dibuka, masih harus dibuktikan.
Musda bukan hanya panggung deklarasi. Di dalamnya ada aturan, persyaratan, hak suara, dan keputusan forum.
Karena itu, 21 September akan menjadi momentum penting bagi Golkar Bandar Lampung. Bukan hanya untuk memastikan pergantian kepemimpinan, tetapi juga untuk melihat seberapa solid peta dukungan yang terbentuk menjelang Musda.(Red/Wanda)






