BANDAR LAMPUNG— Tugas jurnalistik berujung dugaan kekerasan. Dua jurnalis Akurat Lampung, Zulfikri dan Ade Kurni, mengaku mengalami penganiayaan saat meliput pembangunan gapura Universitas Islam Negeri (UIN) Lampung, Rabu (26/8/2026).
Keduanya datang ke lokasi untuk mengambil dokumentasi proyek pembangunan gapura yang dikerjakan CV Sama Cinta Konstruksi. Sebelum melakukan peliputan, Zulfikri dan Ade disebut telah berkoordinasi dengan pihak Humas UIN Lampung dan memperoleh izin dari Fahmi selaku Humas untuk melakukan dokumentasi.
Namun, izin tersebut diduga tak cukup untuk membuat proses peliputan berjalan lancar.
Saat berada di lokasi, kedua jurnalis mengaku dihalangi sejumlah orang yang disebut sebagai pengawas proyek. Perselisihan kemudian terjadi hingga berujung pada dugaan tindakan kekerasan.
Ironisnya, dugaan kekerasan itu disebut berlangsung di hadapan petugas keamanan kampus.
Akibat kejadian tersebut, Zulfikri dan Ade mengaku mengalami sesak napas dan memar pada sejumlah bagian tubuh karena dugaan pemukulan.
Peristiwa itu kemudian dilaporkan ke Polresta Bandar Lampung. Kedua jurnalis didampingi Ketua Asosiasi Wartawan Profesional Indonesia (AWPI) Hengky A Jazuli saat membuat laporan.
Laporan tersebut tercatat dengan Nomor LP/B/1617/VIII/2026/SPKT/POLRESTA BANDARLAMPUNG/POLDA LAMPUNG dan diterima SPKT Polresta Bandar Lampung pada Rabu (26/8/2026) sekitar pukul 15.30 WIB.
Dalam laporan, lokasi kejadian disebut berada di Jalan Endro Suratmin, gerbang utama kampus UIN Lampung, Kelurahan Sukarame, Kecamatan Sukarame, Bandar Lampung.
Berdasarkan keterangan dalam laporan, kedua korban sedang menjalankan tugas jurnalistik ketika diduga dihalang-halangi. Perselisihan kemudian berkembang menjadi tindakan kekerasan yang mengakibatkan keduanya mengalami sesak napas dan memar.
Kasus ini kini menjadi perhatian karena menyangkut jurnalis yang mengaku mengalami kekerasan saat menjalankan tugasnya.
Aparat kepolisian diharapkan mengusut perkara tersebut secara terang, termasuk mengidentifikasi pihak-pihak yang berada di lokasi dan memastikan kronologi sebenarnya dari peristiwa di gerbang kampus tersebut.
Di sisi lain, pihak UIN Lampung juga ditunggu penjelasannya mengenai insiden yang disebut terjadi di lingkungan kampus dan melibatkan dua jurnalis yang tengah melakukan peliputan proyek.(Red)





