BANDAR LAMPUNG — Di tengah jalan-jalan Bandar Lampung yang semakin ramai oleh kendaraan pribadi, pemerintah kota mulai kembali melirik angkutan umum sebagai bagian dari solusi mobilitas warga.
Bukan sekadar menghidupkan kembali angkot atau menghadirkan bus. Pemerintah Kota Bandar Lampung ingin transportasi umum kembali menjadi pilihan yang layak bagi warga untuk pergi bekerja, bersekolah, berbelanja hingga menjalankan aktivitas sehari-hari.
Sekretaris Daerah Kota Bandar Lampung, Iwan Gunawan, mengatakan pemerintah akan mendorong pengembangan transportasi umum mulai tahun depan.
“Mulai tahun depan kita akan dorong lagi transportasi umum, baik angkot maupun bus,” kata Iwan saat ditemui seusai acara lomba gerak jalan beregu Kwarcab Pramuka se-Kota Bandar Lampung di Halaman Kantor Pemerintahan Kota Bandar Lampung, Sabtu (19/9/2026).
Menurut Iwan, keberadaan transportasi umum menjadi penting karena masyarakat selama ini semakin bergantung pada kendaraan pribadi. Ketika jumlah kendaraan bertambah, kepadatan lalu lintas pun ikut meningkat, terutama pada jam berangkat dan pulang kerja maupun sekolah.
Di sisi lain, transportasi umum yang aman, nyaman, mudah dijangkau dan tarifnya terjangkau dapat memberi warga pilihan lain.
“Kalau transportasi umum hidup kembali, masyarakat punya pilihan untuk tidak selalu menggunakan kendaraan pribadi,” ujarnya.
Bagi warga kota, pilihan semacam itu bukan perkara kecil. Tidak semua orang membutuhkan kendaraan pribadi setiap hari. Ada pelajar yang harus berangkat sekolah, pekerja yang mengejar waktu, orang tua yang membawa anak, hingga warga yang sekadar ingin berpindah dari satu sudut kota ke sudut lainnya tanpa harus memikirkan bahan bakar, parkir dan kemacetan.
Karena itu, menghidupkan kembali transportasi umum tidak cukup hanya dengan menambah atau mengoperasikan kendaraan.
Pemkot Bandar Lampung perlu memastikan rute yang sesuai kebutuhan warga, jadwal yang jelas, kondisi kendaraan yang layak, keamanan penumpang serta tarif yang mampu dijangkau masyarakat.
Jika hal tersebut berjalan beriringan, transportasi umum bukan hanya menjadi sarana berpindah tempat, tetapi juga bagian dari wajah kota yang lebih ramah bagi warganya.
Iwan menilai penguatan transportasi umum juga berkaitan dengan persoalan kualitas udara perkotaan yang pada waktu tertentu dapat memburuk ketika aktivitas kendaraan meningkat.
Dengan demikian, rencana tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai wacana menghidupkan kembali angkot dan bus. Lebih jauh, transportasi umum diharapkan kembali hadir sebagai pilihan nyata bagi warga Bandar Lampung.
Sebab, kota yang bergerak bukan hanya tentang banyaknya kendaraan yang memenuhi jalan, tetapi juga tentang seberapa mudah warganya bisa sampai ke tujuan.(Suf)



