BANDAR LAMPUNG — Dr. Budiyono, S.H., M.H., bakal calon rektor Universitas Lampung (Unila) dari Fakultas Hukum, meraih suara terbanyak dalam pemilihan tiga calon rektor periode mendatang. Budiyono memperoleh 22 suara dari total 47 suara anggota senat yang diperebutkan enam bakal calon.
Di posisi kedua, Prof. Warsito, S.Si., D.E.A., Ph.D. dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) meraih 15 suara. Sementara Prof. Dr. dr. Asep Sukohar, S.Ked., M.Kes. dari Fakultas Kedokteran memperoleh tujuh suara.
Sebelumnya, Budiyono menargetkan meraih 26 suara dalam pemilihan tersebut. Namun, perolehan akhirnya terpaut empat suara dari target yang dipatok.
Adapun tiga bakal calon lainnya masing-masing memperoleh satu suara. Mereka adalah Prof. Dr. Hamzah, S.H., M.H. dan Prof. Rudi, S.H., LL.M., LL.D., keduanya dari Fakultas Hukum, serta Prof. Dr. Anna Gustina Zainal, S.Sos., M.Si. dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP).
Pemilihan tiga calon rektor berlangsung lancar melalui rapat tertutup di Ruang Sidang Utama Lantai II Gedung Rektorat Unila, Kamis (29/10/2026). Rapat dimulai pukul 10.00 WIB dan berlangsung hingga selesai.
Hasil pemilihan tersebut mengantarkan Budiyono, Warsito, dan Asep Sukohar sebagai tiga calon rektor yang akan diajukan kepada Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) RI.
Dalam mekanisme pemilihan rektor Unila, suara anggota senat memiliki bobot 65 persen, sedangkan 35 persen sisanya menjadi hak suara Kemdiktisaintek RI. Dengan demikian, perolehan suara senat belum menjadi penentu akhir siapa yang akan memimpin Unila.
Kemdiktisaintek dijadwalkan menetapkan rektor terpilih pada November hingga Desember 2026. Sementara penetapan dan pelantikan rektor terpilih direncanakan berlangsung pada 18 Januari 2027.
Dengan hasil tersebut, Budiyono unggul dalam pemungutan suara senat. Namun, persaingan menuju kursi Rektor Unila masih berlanjut hingga proses penentuan di tingkat Kementerian. (Red)




