Bandar Lampung — Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung melalui Dinas Perhubungan mengambil langkah strategis untuk mengurai kemacetan lalu lintas di sekitar Rumah Sakit (RS) Advent. Salah satu kebijakan yang diterapkan adalah sistem buka-tutup pada akses U-turn (putar balik) yang berada di kawasan tersebut.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Bandar Lampung, Socrat Pringgodanu, menjelaskan bahwa penerapan buka-tutup U-turn dilakukan secara selektif berdasarkan waktu dan kondisi lalu lintas di lapangan. Menurutnya, langkah ini bertujuan untuk mengurangi kepadatan kendaraan, terutama pada jam-jam sibuk di pagi dan sore hari.
“Pada pagi dan sore hari, U-turn kami tutup karena volume kendaraan cukup tinggi dan dapat menimbulkan kemacetan. Namun saat siang hari, U-turn dibuka kembali karena masyarakat membutuhkannya untuk mobilitas. Selain itu, pihak RS Advent juga meminta agar U-turn dibuka pada jam-jam tertentu untuk memudahkan akses ambulans,” ujar Socrat, Minggu (13/4/2025).
Ia menegaskan bahwa kebijakan ini merupakan bentuk keseimbangan antara upaya mengurangi kemacetan dan menjaga kelancaran akses layanan darurat, khususnya untuk ambulans yang keluar masuk RS Advent. Oleh karena itu, Dinas Perhubungan berupaya mengatur waktu buka-tutup U-turn sedemikian rupa agar tidak mengganggu kebutuhan masyarakat maupun operasional rumah sakit.
Lebih lanjut, Socrat menyatakan bahwa kebijakan ini bersifat dinamis dan akan terus dievaluasi. Dinas Perhubungan akan memantau perkembangan lalu lintas secara berkala serta melakukan koordinasi dengan pihak rumah sakit, kepolisian, dan instansi terkait lainnya untuk memastikan efektivitas penerapan sistem ini.
“Dinas Perhubungan akan terus melakukan evaluasi terhadap penerapan sistem buka-tutup tersebut dan berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan kebijakan ini berjalan efektif tanpa mengganggu layanan darurat maupun aktivitas masyarakat di sekitar lokasi,” tambahnya.
Dengan adanya sistem buka-tutup U-turn ini, Pemkot Bandar Lampung berharap arus lalu lintas di sekitar RS Advent dapat menjadi lebih tertib dan lancar, sehingga mengurangi potensi kemacetan yang selama ini menjadi keluhan masyarakat.(Ridho)





