Lampung Barat—
Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus melontarkan kritik keras terhadap kinerja sejumlah camat yang dinilai tidak disiplin dalam menjalankan tugas, terutama dalam hal kehadiran dan penyampaian laporan berkala terkait kondisi wilayah.
Teguran tersebut disampaikan Parosil saat memimpin Rapat Koordinasi Pendidikan Tahun 2026 yang digelar di Aula Kagungan, Setdakab Lampung Barat, Rabu (14/1/2026).
Kegiatan itu dihadiri kepala OPD, camat, serta kepala sekolah TK, SD, dan SMP se-Kabupaten Lampung Barat.
Dalam arahannya, Parosil menegaskan bahwa disiplin merupakan fondasi utama dalam kepemimpinan. Menurutnya, camat sebagai perpanjangan tangan pemerintah daerah di wilayah harus mampu menunjukkan tanggung jawab, loyalitas, dan komitmen terhadap tugas.
Namun Parosil menyoroti ketidakhadiran tiga camat dalam forum penting tersebut, yakni Camat Batu Ketulis, Camat Suoh, dan Camat Sukau. Ia menyebut ketiganya sebagai camat yang paling jarang menyampaikan laporan dan kurang responsif terhadap arahan pimpinan.
“Mana Camat Batu Ketulis, izin. Camat Sukau, izin. Camat Suoh juga izin. Itu yang paling malas-malas, laporannya tidak jalan,” ujar Parosil dengan nada tegas.
Parosil sempat mempertanyakan alasan ketidakhadiran ketiga camat tersebut kepada Kepala Bagian Protokol. Dari keterangan yang disampaikan, hanya Camat Sukau yang mengonfirmasi ketidakhadiran karena alasan keluarga, sementara Camat Suoh tidak menyampaikan konfirmasi resmi.
Bupati kemudian menegaskan bahwa kinerja yang tidak disiplin tidak sejalan dengan keinginan sebagian camat yang disebut-sebut mengincar jabatan lebih strategis di lingkungan pemerintah daerah.
“Pengen jadi kepala OPD, tapi jadi camat saja malas. Bagaimana mau dipercaya memimpin OPD. Malu saya,” tegas Parosil.
Ia juga menyinggung camat yang ingin pindah atau mendapatkan posisi di daerah lain, namun tidak menunjukkan keseriusan dalam menjalankan tugas saat ini.
Parosil meminta jajaran terkait untuk mencatat dan mengevaluasi kinerja para camat tersebut sebagai bahan pertimbangan dalam penilaian dan pembinaan aparatur ke depan.
“Ini saya minta dicatat. Kinerja itu dilihat dari kedisiplinan dan tanggung jawab, bukan dari keinginan jabatan,” pungkasnya.(Wyd)




