Bandar Lampung-
Bandar Lampung akan berusia 344 tahun pada Juni ini. Di usia yang tak lagi muda, kota yang menjadi gerbang Pulau Sumatra itu memilih merayakan hari jadinya dengan cara yang lebih dekat dengan warganya yakni berlari bersama.
Minggu pagi, 21 Juni 2026 nanti, ribuan warga dijadwalkan memadati halaman Kantor Pemerintah Kota Bandar Lampung untuk mengikuti Bandar Lampung Colour Run 2026. Mereka bukan datang untuk berkompetisi mengejar catatan waktu tercepat, melainkan menikmati kebersamaan dalam lintasan sepanjang lima kilometer yang dipenuhi semburan warna-warni.
Anak-anak, remaja, orang tua, hingga komunitas olahraga diperkirakan akan berbaur dalam satu ruang yang sama. Serbuk warna yang beterbangan mungkin hanya bertahan beberapa saat, tetapi momen kebersamaan yang tercipta berpotensi tinggal lebih lama dalam ingatan para peserta.
Ketua pelaksana kegiatan, Joni Asman, mengatakan Colour Run menjadi salah satu cara menghadirkan suasana baru dalam peringatan hari jadi Kota Tapis Berseri. Menurut dia, perayaan kota tidak harus selalu berlangsung dalam ruang-ruang formal, tetapi juga dapat diwujudkan melalui aktivitas yang melibatkan masyarakat secara langsung.
Sepanjang rute, peserta akan melintasi sejumlah titik warna yang menjadi ciri khas ajang colour run. Di garis akhir, mereka akan disambut berbagai hiburan, mulai dari musik, sesi zumba bersama, hingga pembagian hadiah.
Meski menawarkan beragam doorprize, termasuk sepeda motor dan paket wisata, daya tarik utama kegiatan ini sesungguhnya terletak pada kesempatan warga untuk merayakan kotanya secara bersama-sama.
Bandar Lampung selama ini dikenal sebagai kota yang tumbuh cepat, dengan lalu lintas yang padat dan ritme kehidupan yang kian dinamis. Di tengah kesibukan itu, Colour Run menghadirkan jeda. Sejenak warga diajak meninggalkan rutinitas, menyapa sesama, dan menikmati kota yang mereka tinggali.
Pada akhirnya, ulang tahun sebuah kota bukan hanya tentang angka usia. Ia adalah tentang bagaimana kota itu terus menemukan cara untuk mendekatkan diri kepada warganya. Dan pada pagi yang penuh warna nanti, Bandar Lampung tampaknya ingin dikenang bukan hanya sebagai sebuah wilayah administratif, melainkan sebagai rumah yang dirayakan bersama.(Wanda)



