BANDAR LAMPUNG — Di balik geliat usaha kecil yang menopang perekonomian daerah, masih banyak pelaku UMKM yang harus belajar mengelola keuangan sekaligus menghadapi berbagai risiko usaha. Kesadaran inilah yang mendorong PT Asuransi Sinar Mas bersama PT Sinar Mas Asuransi Syariah dan PT Asuransi Simas Insurtech menggelar edukasi keuangan bagi pegiat UMKM di Bandar Lampung.
Sebanyak 67 pelaku UMKM dari berbagai sektor mengikuti kegiatan yang digelar pada 12 Agustus 2026 tersebut. Mereka mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya pencatatan keuangan, perencanaan, pengelolaan arus kas hingga cara mengenali risiko yang dapat mengganggu keberlangsungan usaha.

Pimpinan Asuransi Sinar Mas Cabang Lampung, Nasib Panggabean, yang menyampaikan sambutan Direktur PT Asuransi Sinar Mas Dumasi M. M. Samosir, mengatakan penguatan kapasitas pelaku UMKM menjadi bagian penting untuk menjaga keberlangsungan usaha.
“Kami melihat antusiasme yang baik dari para peserta. Melalui kegiatan ini, kami berharap dapat memperkuat kolaborasi dengan para pelaku UMKM sekaligus memberikan wawasan yang dapat diterapkan dalam pengelolaan keuangan sehari-hari,” ujar Nasib.
Menurutnya, pengelolaan keuangan yang lebih baik diharapkan membuat UMKM semakin mampu mengembangkan usaha, meningkatkan produktivitas dan membuka peluang pasar yang lebih luas.
Dukungan juga datang dari Pemerintah Kota Bandar Lampung. Nur Ichsan, S.T., M.M., yang mewakili Kepala Dinas Perdagangan Kota Bandar Lampung, menilai UMKM tidak hanya membutuhkan kemampuan menghasilkan produk yang baik, tetapi juga keterampilan mengelola keuangan.
“Pelaku usaha diharapkan dapat melakukan pencatatan secara tertib, menyusun perencanaan, mengelola arus kas, serta mengambil keputusan keuangan dengan lebih bijak,” katanya.

Bagi Gatot Kartiko, Ketua Pembina UMKM Bandar Lampung sekaligus pemilik Griya Batik Gabovira, edukasi semacam ini menjadi bekal penting bagi pelaku usaha untuk naik kelas.
Ia juga mengapresiasi langkah Asuransi Sinar Mas yang tidak hanya memberikan edukasi, tetapi juga perlindungan asuransi secara gratis kepada pelaku UMKM.
Sebagai bentuk dukungan terhadap perlindungan pelaku usaha, Asuransi Sinar Mas memberikan asuransi mikro Simas Perlindungan secara gratis kepada 300 pegiat UMKM di Bandar Lampung.
Perlindungan tersebut mencakup kecelakaan diri selama 24 jam, termasuk risiko meninggal dunia dan cacat tetap akibat kecelakaan, serta santunan tunai harian sesuai ketentuan polis.
Para peserta juga mendapatkan Celengan Impian. Sederhana, tetapi diharapkan dapat menjadi pengingat untuk membangun kebiasaan menabung dan mempersiapkan kebutuhan keuangan sejak dini.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Lisa Septiana, S.H., M.H., Kepala Bidang Sumber Daya Industri yang mewakili Kepala Dinas Perindustrian Kota Bandar Lampung; Ahmad Husna, S.STP., M.H.; Budi Manto Tan Jaya, Pimpinan Cabang Bank Sinarmas Lampung; serta Mega Liana Husin, Area Branch Manager Bank Nano Syariah.
Edukasi keuangan bagi UMKM ini sebelumnya juga telah dilakukan Asuransi Sinar Mas di Batam, Magelang, Bengkulu Utara, Surakarta dan Kabupaten Humbang Hasundutan. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas literasi dan inklusi keuangan dengan menyesuaikan kebutuhan masyarakat di masing-masing daerah.
Tak hanya melalui kegiatan tatap muka, edukasi juga dilakukan melalui kanal digital perusahaan dengan menghadirkan informasi mengenai pengelolaan keuangan, pengenalan risiko dan pentingnya asuransi dalam perencanaan keuangan.
Di sisi lain, Asuransi Sinar Mas juga menggelar Agency Tour Contest (ATC) bersama para Top Producer Partner pemenang ATC 2025 pada 9–12 Agustus 2026.
Dalam ATC Tier 3 di Lampung tersebut, para peserta tidak hanya diajak menikmati kekayaan budaya dan pariwisata Lampung, tetapi juga didorong untuk mendukung perekonomian lokal dengan membeli produk UMKM.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya Asuransi Sinar Mas untuk menghubungkan edukasi, perlindungan dan dukungan terhadap UMKM dalam satu rangkaian kegiatan.
Dengan pemahaman keuangan yang semakin baik dan perlindungan terhadap risiko, para pelaku UMKM diharapkan tidak sekadar mampu bertahan, tetapi juga memiliki ruang yang lebih besar untuk berkembang dan naik kelas.(**)





