BANDAR LAMPUNG — Pemerintah Kota Bandar Lampung mulai membuka pintu lebih lebar bagi investor untuk mengembangkan potensi wisata alam. Batu Putu dan Kali Akar menjadi dua kawasan yang disiapkan sebagai prioritas pengembangan.
Langkah tersebut diambil karena pemerintah daerah menilai pengembangan pariwisata tidak cukup hanya mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Keterlibatan swasta dianggap dapat mempercepat pembangunan sarana, wahana, sekaligus pengelolaan destinasi.
Kepala Dinas Pariwisata Kota Bandar Lampung, Adiansyah, mengatakan pemerintah terbuka terhadap investor yang ingin masuk ke sektor pariwisata. Pemkot, kata dia, akan memberikan pendampingan sejak tahap perencanaan hingga pengembangan destinasi.
“Kami menyambut baik kerja sama dengan para investor. Pihak swasta dapat berkolaborasi dalam mengelola serta mengembangkan destinasi dan wahana wisata yang ada di Kota Bandar Lampung,” kata Adiansyah.
Batu Putu dan Kali Akar dinilai memiliki modal alam yang kuat. Kawasan yang masih dikelilingi vegetasi dan memiliki aliran sungai tersebut dinilai dapat dikembangkan menjadi destinasi wisata berbasis petualangan dan rekreasi alam.
Salah satu konsep yang tengah disiapkan adalah canyoning, yakni aktivitas menelusuri aliran sungai yang dipadukan dengan olahraga rekreasi alam. Pemkot juga membayangkan kehadiran titik pandang atau view point yang memungkinkan wisatawan menikmati panorama kawasan air terjun.
Konsep tersebut diharapkan tidak sekadar menambah daftar tempat wisata di Bandar Lampung. Pemerintah ingin menciptakan destinasi yang membuat wisatawan bertahan lebih lama di kota.
Sebab, semakin panjang wisatawan tinggal, semakin besar pula peluang uang berputar di sekitar destinasi. Mulai dari usaha kuliner, jasa transportasi, penginapan, hingga produk ekonomi masyarakat setempat.
Pemkot juga berharap pengembangan destinasi baru dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Namun, keterlibatan investor juga berarti pengelolaan kawasan alam harus dilakukan dengan perhitungan. Pembangunan fasilitas wisata perlu berjalan beriringan dengan perlindungan lingkungan agar potensi alam yang menjadi modal utama tidak justru rusak akibat pembangunan.
Untuk menarik minat investor, Dinas Pariwisata Bandar Lampung menyatakan siap memberikan kemudahan pelayanan sekaligus membuka informasi mengenai mekanisme investasi.
“Kami sangat terbuka bagi para penanam modal yang berminat. Silakan datang langsung ke Kantor Dinas Pariwisata Bandar Lampung untuk berdiskusi. Kami siap memfasilitasi dan menindaklanjuti setiap rencana investasi secara berkelanjutan,” ujar Adiansyah.
Kini bola berada di dua pihak: pemerintah yang harus memastikan regulasi dan pengawasan berjalan, serta investor yang dituntut menghadirkan konsep wisata yang tidak hanya menguntungkan secara bisnis, tetapi juga menjaga wajah alami Batu Putu dan Kali Akar.
Jika berhasil, dua kawasan tersebut bukan sekadar tempat menikmati sungai dan air terjun. Keduanya bisa menjadi wajah baru wisata alam Bandar Lampung.(Suf)




