Bandar Lampung — DPRD Provinsi Lampung menyoroti rencana pembentukan kota metropolitan di Provinsi Lampung yang sebelumnya disampaikan oleh Gubernur Lampung. Wacana tersebut dinilai sebagai langkah strategis dalam mendorong percepatan pembangunan serta pertumbuhan ekonomi daerah.
Anggota Komisi II DPRD Lampung, Mikdar Ilyas, mengatakan bahwa konsep kota metropolitan perlu dipahami secara komprehensif oleh masyarakat sebelum diberikan penilaian lebih lanjut. Menurutnya, terdapat perbedaan mendasar antara kota metropolitan dengan kota biasa, terutama dari sisi kesiapan infrastruktur dan aktivitas ekonomi.
“Kalau kita bicara kota metropolitan tentu berbeda dengan kota biasa. Kelebihannya ada pada infrastruktur yang lebih maju serta kegiatan ekonomi yang lebih berkembang. Biasanya juga ditandai dengan peningkatan jumlah penduduk,” ujar Mikdar, Senin (5/1).
Ia menjelaskan, penetapan suatu wilayah menjadi kota metropolitan akan memberikan dampak luas terhadap berbagai sektor kehidupan masyarakat. Dampak tersebut tidak hanya menyentuh pembangunan fisik, tetapi juga peningkatan kualitas pelayanan publik serta kesejahteraan masyarakat.
Menurutnya, perkembangan sebuah kota metropolitan akan berpengaruh terhadap berbagai sektor, mulai dari perekonomian, pendidikan, kesehatan, hingga keamanan dan pembangunan wilayah secara menyeluruh.
“Dengan kondisi itu, secara otomatis akan mempengaruhi perekonomian, pembangunan, pendidikan, keamanan, kesehatan, dan sektor lainnya. Jadi efeknya sangat luas,” jelasnya.
Mikdar menambahkan, pihaknya pada prinsipnya mendukung gagasan tersebut sebagai upaya mendorong kemajuan daerah. Ia menilai rencana pembentukan kota metropolitan merupakan bagian dari strategi pengembangan wilayah di Lampung agar lebih maju dan kompetitif.
“Kalau kami di DPRD, terutama saya pribadi sebagai anggota dewan, tentu mendukung pemikiran gubernur ini. Tujuannya jelas untuk kemajuan daerah yang nantinya diarahkan menjadi kota metropolitan,” katanya.
Ia juga menilai pengalaman kepala daerah dalam bidang usaha dan politik menjadi modal penting dalam merancang kebijakan pembangunan yang berorientasi pada pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Beliau memahami bagaimana mendorong suatu daerah agar lebih maju dan berkembang. Salah satu gagasan yang muncul adalah menjadikan wilayah ini sebagai kota metropolitan,” pungkasnya.(Red)





