Bandar Lampung-
Anggota DPRD Provinsi Lampung, Fauzi Heri, menyampaikan keprihatinannya atas rendahnya hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) siswa SMP yang hendak masuk SMA unggulan. Hasil tes yang diumumkan pada 14 Juni 2025 lalu menunjukkan fakta mencengangkan: mayoritas nilai siswa jauh di bawah standar, bahkan berbanding terbalik dengan rapor mereka yang fantastis.
Fauzi Heri yang berasal dari Fraksi Gerindra menegaskan, fenomena ini perlu menjadi evaluasi serius bagi sistem penilaian di sekolah-sekolah.
“Kalau rapornya tinggi, seharusnya nilai TKA tidak jauh berbeda. Tapi faktanya 89,66 persen siswa mendapat skor di bawah 50. Sungguh memprihatinkan,” kata Fauzi, Kamis (19/6/2025).
Berdasarkan data, dari 3.863 siswa yang ikut tes, hanya 0,08 persen atau tiga siswa saja yang mampu meraih nilai di atas 80. Sebaliknya, lebih dari 2.400 siswa mendapatkan skor di bawah 40.
Menurut mantan Ketua KPU Kota Bandar Lampung itu, kondisi ini bisa menjadi indikasi bahwa sistem penilaian di sekolah belum sepenuhnya objektif.
“Pesan saya kepada guru dan sekolah asal, jangan sampai mengejar prestise menempatkan siswa di sekolah unggulan dengan cara mengatrol nilai rapor. Kejujuran dan objektivitas harus dikedepankan,” tegasnya.
Tes TKA sendiri mencakup mata pelajaran utama seperti matematika, bahasa Inggris, dan muatan umum. Seharusnya, materi ini sudah dikuasai oleh siswa berdasarkan pembelajaran di sekolah.
Fauzi menilai, jika hasil tes bertolak belakang dengan nilai rapor, maka sudah saatnya dilakukan evaluasi menyeluruh, baik terhadap sistem pembelajaran maupun mekanisme penilaian.
“Hasil TKA ini harus jadi catatan penting bagi Dinas Pendidikan. Kita ingin kualitas pendidikan meningkat, bukan sekadar angka di rapor,” tambahnya.(Rdo)





