BANDAR LAMPUNG — Dinamika pemilihan Rektor Universitas Lampung (Unila) periode 2027–2031 kembali menghadirkan kejutan. Di tengah mulai menghangatnya pembicaraan mengenai calon pemimpin baru kampus, Dr. Habibullah Jimad, S.E., M.Si., justru memilih tidak ikut dalam kontestasi.

Pernyataan tersebut disampaikan Habibullah saat ditemui di Gedung Rektorat Unila, Rabu (19/8/2026). Ia menegaskan untuk saat ini dirinya ingin tetap fokus menjalankan peran sebagai akademisi.

“Fokus utama saya saat ini adalah menjalankan kewajiban sebagai akademisi, memprioritaskan kegiatan belajar mengajar, serta mendedikasikan kontribusi ilmiah secara langsung di lingkungan Unila,” ujar Habibullah.

Keputusan tersebut menjadi perhatian karena bursa pemilihan rektor Unila periode mendatang mulai menjadi perbincangan di lingkungan kampus. Sejumlah nama akademisi mulai disebut-sebut memiliki peluang untuk maju, meski proses resmi penjaringan bakal calon rektor belum berlangsung.

Baca Juga  AR Suparno :Sosialisasikan Ideologi Pancasila

Habibullah sendiri memilih mengambil langkah berbeda. Alih-alih masuk dalam persaingan, ia mengatakan ingin memberikan perhatian lebih besar terhadap tugas akademik dan pengembangan keilmuan di lingkungan Unila.

Sikap tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa kontestasi menuju kursi Rektor Unila tidak hanya berbicara mengenai siapa yang maju, tetapi juga bagaimana para akademisi menentukan pilihan masing-masing dalam perjalanan menuju kepemimpinan baru kampus.

Dengan Habibullah menyatakan tidak ikut dalam bursa, peta persaingan tentu berpotensi berubah. Ruang kontestasi kini semakin terbuka bagi akademisi lain yang memiliki visi dan gagasan untuk membawa Unila menghadapi tantangan pendidikan tinggi yang semakin kompleks.

Namun, satu hal yang jelas, keputusan Habibullah menjadi bagian penting dari dinamika awal menuju pemilihan Rektor Unila 2027–2031.

Baca Juga  SISGITA Dikembangkan ke Sistem 3D, Pemkot Bandar Lampung Bidik Data Bangunan Lebih Presisi

Di tengah berbagai harapan terhadap sosok pemimpin baru, Unila kini memasuki fase menarik: menanti siapa saja yang akhirnya bersedia maju, menawarkan gagasan, dan mendapatkan kepercayaan untuk membawa kampus tersebut melangkah ke masa depan.(Red)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan