Lampung Timur — Koperasi IJP Maju Sejahtera menggandeng Kelompok Tani Desa Teluk Dalam, Kecamatan Mataram Baru, Kabupaten Lampung Timur, dalam pengembangan budidaya magot sebagai pupuk cair, pupuk kompos, dan komoditas bernilai ekonomi.
Kolaborasi tersebut ditandai dengan kunjungan kerja yang dilakukan jajaran koperasi ke lokasi budidaya magot milik kelompok tani setempat, Kamis (7/5/2026).
Ketua Koperasi IJP Maju Sejahtera, Deni Kurniawan, mengatakan budidaya magot memiliki potensi besar untuk mendukung sektor pertanian dan perikanan air tawar karena mampu mengolah limbah organik menjadi produk bernilai ekonomis.
“Pengembangan budidaya magot ini sangat potensial. Selain menjadi media produksi pupuk cair dan pupuk kompos, juga dapat mendukung pengembangan sektor perikanan air tawar,” ujar Deni.
Menurutnya, kerja sama tersebut juga menjadi bagian dukungan terhadap program “Desaku Maju” yang digagas Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal dalam mendorong pertanian berbasis inovasi dan ekonomi berkelanjutan.
Ketua Kelompok Tani Desa Teluk Dalam, Mustajib, menyambut baik dukungan yang diberikan Koperasi IJP Maju Sejahtera. Ia berharap kerja sama tersebut dapat membantu pengembangan usaha dan memperluas pemasaran produk kelompok tani.
Anggota kelompok tani, Santoso, menjelaskan bahwa inovasi pupuk cair dan pupuk kompos berbahan magot yang mereka kembangkan pernah meraih penghargaan tingkat nasional pada 2023.
Namun, menurutnya, pengembangan inovasi tersebut belum berjalan maksimal hingga saat ini.
“Sekarang kami memiliki stok sekitar 5.000 liter pupuk cair yang siap diproduksi sesuai permintaan pasar,” kata Santoso.
Ia juga menyebutkan produk pupuk cair berbahan magot tersebut mulai mendapat pesanan dari luar daerah, termasuk dari Provinsi Jambi melalui Dinas Pertanian setempat.
Sementara itu, Ketua Ikatan Jurnalis Pemprov (IJP) Lampung, Abung Mamasa, menilai inovasi pengolahan magot menjadi pupuk cair dan pupuk kompos merupakan langkah positif dalam mendukung pertanian modern dan pemberdayaan ekonomi desa.
Menurutnya, sinergi antara koperasi, kelompok tani, pemerintah, dan sektor usaha perlu terus diperkuat agar inovasi pertanian desa mampu berkembang dan meningkatkan kesejahteraan petani.(Rls)





