Lampung Utara — Persoalan pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Makmur Sentosa di Desa Candimas, Kecamatan Abung Selatan, Lampung Utara mulai mencuat ke publik. Program simpan pinjam yang berjalan sejak beberapa tahun terakhir kini disorot setelah muncul dugaan kredit macet hingga praktik nasabah fiktif.
BUMDes yang berdiri sejak 2019 itu awalnya memiliki modal sekitar Rp125 juta. Seiring waktu, modal usaha tersebut tercatat berkembang menjadi sekitar Rp165 juta pada Desember 2025. Namun di balik pertumbuhan modal itu, persoalan penyaluran pinjaman diduga menyisakan masalah.
Data yang diperoleh di lapangan menunjukkan total kredit macet hingga akhir 2025 mencapai sekitar Rp128,8 juta. Dari catatan tersebut, terdapat sekitar 78 nasabah yang masuk dalam daftar tunggakan.
Yang menjadi sorotan, dalam daftar tersebut muncul nama oknum Kepala Desa Candimas, Zainal Abidin. Ia disebut memiliki dua pinjaman berbeda yang tercatat dalam daftar nasabah BUMDes. Dalam data tersebut, identitas pinjaman disebut diduga diakali dengan perubahan nomor induk kependudukan (NIK).

Nilai pinjaman yang tercatat atas nama kepala desa tersebut sekitar Rp3 juta dan disebut belum pernah diangsur.
Sorotan tidak berhenti pada persoalan kredit macet. Dugaan adanya nasabah fiktif juga mulai mencuat setelah salah satu warga mengaku namanya tercantum dalam daftar peminjam meski tidak pernah mengajukan pinjaman.
“Saya juga kaget, kok bisa ada nama saya di daftar kredit macet simpan pinjam. Padahal saya sama sekali tidak pernah mengajukan pinjaman ke BUMDes di Candimas,” ujar seorang warga, Selasa (10/3/2026).
Selain itu, sejumlah data peminjam juga disebut berasal dari luar desa, bahkan dari luar kecamatan hingga lintas kabupaten. Kondisi ini memunculkan dugaan adanya pengkondisian dalam proses penyaluran pinjaman oleh oknum pengurus.
Beberapa sumber di lapangan menyebut lemahnya pengawasan menjadi salah satu faktor yang membuat persoalan ini terjadi. Apalagi jika benar terdapat keterlibatan pihak internal desa dalam daftar peminjam.
“Gimana tidak banyak yang macet, yang minjam saja banyak orang dari luar desa. Apalagi ada nama kepala desa juga yang ikut meminjam tapi belum bayar sama sekali,” ujar salah satu sumber yang meminta identitasnya dirahasiakan.
Sementara itu, Kepala Desa Candimas, Zainal Abidin, ketika dikonfirmasi melalui sambungan telepon meminta agar pembahasan dilakukan secara langsung di kantor desa.
“Begini saja, besok saja ketemu di kantor desa ya,” katanya singkat.
Hingga berita ini diturunkan, pengurus BUMDes Makmur Sentosa belum memberikan keterangan resmi. Awak media masih berupaya memperoleh klarifikasi guna menjaga keberimbangan informasi terkait dugaan persoalan pengelolaan dana usaha desa tersebut.(Sapriyanto)






