METRO – Mahasiswa Kuliah Kerja Lapangan Pembelajaran dan Pemberdayaan Masyarakat (KKLPPM) Universitas Malahayati Kelompok 23 Kelurahan Yosomulyo, Kecamatan Metro Pusat, RW 06, berkolaborasi dengan UMKM Tahu Cina dalam upaya memperkuat identitas usaha sekaligus mendorong pemasaran digital.
Program pendampingan diawali dengan kunjungan dan observasi ke lokasi usaha untuk menjalin kerja sama serta mengidentifikasi kebutuhan pelaku UMKM. Pada tahap awal, mahasiswa menawarkan pendampingan penyusunan pembukuan sederhana guna membantu pencatatan keuangan yang lebih tertata, seperti pemisahan modal usaha, pendapatan, dan kebutuhan pribadi.
Namun, program tersebut belum direalisasikan karena pemilik usaha menilai pembukuan belum menjadi kebutuhan yang mendesak. Sebagai usaha berskala home industry, UMKM Tahu Cina telah menerapkan pemisahan modal dan pendapatan meski belum terdokumentasi secara sistematis.
Menyesuaikan dengan kebutuhan pelaku usaha, mahasiswa kemudian mengalihkan fokus pendampingan pada penguatan promosi dan pemasaran digital. Tim mendokumentasikan seluruh proses produksi tahu, mulai dari pengolahan bahan baku, pencetakan, hingga distribusi dan penjualan produk di pasar.
Dokumentasi tersebut dikemas dalam bentuk video dokumenter yang dipadukan dengan wawancara bersama pemilik usaha, Hendrianto. Dalam wawancara itu dijelaskan bahwa UMKM Tahu Cina berdiri sejak 2019 sebagai usaha keluarga yang dikelola oleh Hendrianto dengan dukungan lima orang karyawan.
Untuk menjaga kualitas produk, UMKM Tahu Cina menerapkan sistem produksi harian sehingga tahu yang dipasarkan selalu dalam kondisi segar. Produk dipasarkan langsung di pasar pada hari yang sama setelah diproduksi, serta melayani pemesanan secara langsung maupun melalui aplikasi WhatsApp.
Sebagai bentuk dukungan terhadap pemasaran digital, mahasiswa juga membantu membuat akun media sosial Instagram dan TikTok sebagai sarana promosi. Melalui kedua platform tersebut, tim mengunggah video profil UMKM sekaligus memperkenalkan berbagai produk unggulan, seperti Tahu Sutra, Tahu Cina ukuran besar dan kecil, kembang tahu kering, serta susu kedelai.
Tak hanya itu, mahasiswa turut membuat banner usaha yang dipasang di lokasi produksi. Keberadaan banner diharapkan memudahkan masyarakat menemukan lokasi UMKM sekaligus memperkuat identitas dan citra usaha di tengah persaingan bisnis.
Melalui kolaborasi ini, Mahasiswa KKLPPM Universitas Malahayati Kelompok 23 berharap UMKM Tahu Cina semakin dikenal masyarakat, mampu memanfaatkan media digital sebagai sarana pemasaran yang efektif, serta terus berkembang menjadi salah satu usaha lokal unggulan di Kelurahan Yosomulyo, Kota Metro.(**)





