Pesawaran — Pemerintah Kabupaten Pesawaran terus mendorong peningkatan tata kelola pemerintahan yang lebih modern dan akuntabel melalui digitalisasi arsip. Salah satu langkah yang dilakukan yakni dengan mengoptimalkan penggunaan Aplikasi Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Terintegrasi (Srikandi) di seluruh perangkat daerah.
Melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, Pemkab Pesawaran menggelar kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Aplikasi Srikandi bagi para admin perangkat daerah. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman serta kemampuan aparatur pemerintah dalam mengelola arsip secara digital, sehingga proses administrasi pemerintahan menjadi lebih tertata, efektif, dan transparan.
Kepala Bidang Pembinaan dan Pengawasan Kearsipan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Pesawaran, M. Rinaldo Arbarino, menjelaskan bahwa penerapan aplikasi Srikandi merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam mewujudkan sistem pengelolaan arsip berbasis elektronik yang terintegrasi.
Menurutnya, aplikasi tersebut sangat penting dalam mendukung pengelolaan surat menyurat dan arsip dinamis secara digital, sekaligus memudahkan koordinasi antar perangkat daerah dalam menjalankan tugas administrasi pemerintahan.
“Aplikasi Srikandi diharapkan dapat membantu perangkat daerah dalam mengelola arsip secara lebih tertib dan sistematis. Selain itu, sistem ini juga mendukung transparansi serta akuntabilitas dalam tata kelola pemerintahan,” ujar Rinaldo.
Ia menjelaskan, kegiatan Bimtek ini diikuti oleh sejumlah perangkat daerah yang sebelumnya belum memiliki akun atau belum sepenuhnya mengimplementasikan aplikasi tersebut. Tercatat terdapat 8 dinas, 1 rumah sakit daerah (RSUD), 10 bagian, serta 11 kecamatan yang akan difasilitasi untuk menggunakan aplikasi Srikandi.
Pada tahap awal pelaksanaan Bimtek, lima perangkat daerah telah mengikuti kegiatan tersebut, yakni Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim), Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD), Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag), serta Dinas Perikanan.
Rinaldo menambahkan bahwa kegiatan Bimtek ini tidak hanya berfokus pada pengenalan sistem, tetapi juga memberikan pelatihan teknis kepada para admin agar mampu mengoperasikan aplikasi secara optimal dalam aktivitas administrasi sehari-hari.
Melalui kegiatan ini, para peserta diharapkan dapat memahami proses pengelolaan arsip digital mulai dari pembuatan naskah dinas, pencatatan surat masuk dan keluar, hingga proses penyimpanan arsip secara elektronik sesuai dengan standar kearsipan nasional.
“Pelaksanaan Bimtek akan terus berlanjut secara bertahap hingga pertengahan Maret 2026 agar seluruh perangkat daerah di lingkungan Pemkab Pesawaran dapat mengimplementasikan aplikasi Srikandi secara maksimal,” jelasnya.
Penerapan sistem digital dalam pengelolaan arsip ini juga sejalan dengan program transformasi digital pemerintahan yang tengah didorong oleh pemerintah pusat, guna meningkatkan kualitas pelayanan publik serta memperkuat tata kelola administrasi yang efisien dan modern.
“Semoga dengan adanya aplikasi Srikandi, tata kelola pemerintahan di Pesawaran semakin efektif, tertib administrasi, dan akuntabel,” pungkasnya. (red)





