BANDAR LAMPUNG — Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bandar Lampung menegaskan bahwa kegiatan yang diikuti Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Bandar Lampung bukanlah perjalanan rekreasi atau “healing”, melainkan wisata rohani sebagai bentuk apresiasi Pemerintah Kota kepada para guru.
Kepala Bidang Pendidikan Dasar Disdikbud Kota Bandar Lampung, Mulyadi Syukri, mengatakan kegiatan tersebut digelar dalam rangka peringatan Hari Guru, meski pelaksanaannya baru dapat direalisasikan beberapa waktu kemudian.
“Itu bukan kegiatan healing, melainkan wisata rohani. Ini bentuk apresiasi Wali Kota kepada PGRI yang telah berkontribusi besar bagi dunia pendidikan di Kota Bandar Lampung,” ujar Mulyadi, Jumat (16/1/2026).
Ia menegaskan, keikutsertaan guru dalam kegiatan tersebut bersifat sukarela dan tidak ada unsur paksaan. Menurutnya, tidak seluruh guru mengikuti agenda tersebut.
“Tidak ada kewajiban. Banyak guru yang tidak ikut. Jadi tidak benar jika disebut dipaksakan,” tegasnya.
Mulyadi menjelaskan, tujuan utama kegiatan wisata rohani tersebut adalah Kota Bandung, dengan agenda utama kunjungan ke Masjid Al Jabbar. Para peserta dijadwalkan mengikuti rangkaian ibadah, mulai dari salat Subuh berjemaah, ceramah Subuh, hingga salat Duha.
Terkait meninggalnya Erdaningsih, Kepala SDN 5 Sumber Rejo, Mulyadi menyebut peristiwa tersebut sebagai musibah dan kehendak Tuhan Yang Maha Esa.
“Ini musibah. Berdasarkan keterangan suami almarhumah, beliau justru sangat bersemangat mengikuti kegiatan ini sejak jauh hari. Jadi jangan disebut kegiatan ini memakan korban, karena ajal adalah kehendak Allah,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan bahwa PGRI Kota Bandar Lampung bergerak cepat saat kondisi darurat terjadi. Ketua PGRI langsung menuju Kalianda untuk mencari rumah sakit terdekat, namun almarhumah menghembuskan napas terakhir dalam perjalanan.
“Pihak keluarga telah menerima dengan ikhlas dan tidak menyalahkan siapa pun. Bahkan keluarga menyampaikan terima kasih kepada PGRI dan Pemkot Bandar Lampung atas penanganan cepat, mulai dari upaya medis, pemulasaraan jenazah, hingga penyediaan ambulans,” pungkas Mulyadi. (Rdo)





