BANDAR LAMPUNG — Para juara Kejuaraan Pencak Silat Piala Wali Kota Bandar Lampung pulang membawa medali dan sertifikat. Namun, di balik penghargaan itu, muncul kekecewaan atlet dan orang tua yang mempertanyakan bonus, transparansi biaya pendaftaran, serta kepastian pembinaan lanjutan.

Kejuaraan yang berlangsung pada 23–25 Oktober 2026 itu diikuti lebih dari 600 peserta. Setiap atlet disebut dikenai biaya pendaftaran Rp250 ribu. Jika seluruh peserta membayar dengan tarif yang sama, potensi penerimaan dari pendaftaran mencapai lebih dari Rp150 juta.

Angka tersebut memunculkan pertanyaan yang belum terjawab, bagaimana dana peserta dikelola, apa saja komponen pembiayaan kejuaraan, dan mengapa para juara disebut hanya menerima medali dan sertifikat?

Persoalan ini menjadi sorotan karena kejuaraan membawa nama Wali Kota Bandar Lampung. Terlebih, Wali Kota Eva Dwiana sebelumnya menyampaikan dukungan bagi atlet pencak silat berprestasi, termasuk peluang pemberian bonus dan beasiswa pendidikan bagi atlet dari keluarga kurang mampu.

Baca Juga  Pj. Gubernur Samsudin Terima Kunjungan Silaturahmi Kakanwil Kemenag Lampung dan Jajaran

Pernyataan itu disampaikan Eva saat menghadiri kejuaraan pada Jumat (23/10/2026). Dukungan tersebut semestinya menjadi harapan bagi atlet muda yang berjuang mengharumkan nama daerah. Namun, menurut keluhan sejumlah peserta dan orang tua, hingga kompetisi berakhir belum ada bonus yang mereka terima.

Biaya Pendaftaran Jadi Tanda Tanya

dari 600 peserta dan tarif pendaftaran Rp250 ribu, potensi penerimaan panitia bisa melampaui Rp150 juta. Angka itu masih berupa estimasi dan belum mencerminkan jumlah uang yang benar-benar terkumpul.

Sementara itu, Yanti, salah satu orang tua peserta, berharap penyelenggaraan kejuaraan pencak silat tidak hanya berfokus pada pelaksanaan pertandingan, tetapi juga memperhatikan apresiasi dan keberlanjutan pembinaan atlet.

Menurutnya, kejelasan mengenai aturan penghargaan, biaya pendaftaran, serta program pembinaan setelah kompetisi penting bagi atlet dan orang tua yang telah mengeluarkan biaya untuk mendukung anak mengikuti kejuaraan.

Ia berharap panitia dapat memberikan penjelasan secara terbuka mengenai ketentuan hadiah dan penggunaan biaya pendaftaran agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di kalangan peserta.

Baca Juga  BRT ITERA, Harapan Baru Transportasi Publik Lampung

Bagi orang tua, keikutsertaan anak dalam kompetisi merupakan bagian dari upaya mengembangkan bakat dan meraih prestasi. Karena itu, kejelasan mengenai kesempatan pembinaan lanjutan menjadi salah satu hal yang diharapkan setelah kejuaraan berakhir.

Biaya pendaftaran memang dapat digunakan untuk membiayai kebutuhan pertandingan, seperti perlengkapan, honor wasit, sewa tempat, konsumsi, dan administrasi. Karena itu, besarnya penerimaan tidak serta-merta menunjukkan adanya penyimpangan.

Namun, panitia perlu memberikan penjelasan terbuka mengenai rincian penerimaan dan penggunaannya. Transparansi menjadi penting agar peserta dan orang tua mengetahui bagaimana uang yang mereka bayarkan digunakan dalam penyelenggaraan kejuaraan.

Pertanyaan lain menyangkut penghargaan bagi para juara. Apakah sejak awal panitia memang tidak mengalokasikan hadiah uang? Apakah peserta telah diberi informasi mengenai bentuk penghargaan sebelum mendaftar? Hingga kini, jawaban atas pertanyaan tersebut masih diperlukan.

Tanpa penjelasan yang memadai, kekecewaan peserta berisiko berkembang menjadi ketidakpercayaan terhadap penyelenggaraan kompetisi yang semestinya menjadi bagian dari pembinaan olahraga.

Baca Juga  PWI Lampung Uji Skuat Bulu Tangkis di Gubernur Cup

Ketua IPSI Minta Konfirmasi ke Panitia

Saat dikonfirmasi mengenai keluhan peserta, Ketua Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kota Bandar Lampung, Misgustini, meminta persoalan tersebut ditanyakan langsung kepada panitia penyelenggara.

“Hubungi ke panitia acara ya, saya lagi rapat panitia,” kata Misgustini, yang juga anggota DPRD Kota Bandar Lampung.

Pernyataan tersebut belum menjelaskan apakah IPSI mengetahui kebijakan biaya pendaftaran, alokasi hadiah, maupun program pembinaan setelah kejuaraan. Penjelasan lebih lanjut dari IPSI masih diperlukan untuk memperjelas peran organisasi dalam penyelenggaraan dan pembinaan atlet pencak silat di Bandar Lampung.

Sementara itu, saat dihubungi, Sekretaris Panitia Pelaksana, Sandi, meminta agar konfirmasi dilakukan kembali karena dirinya sedang makan.

“Nanti hubungi lagi ya, Bang,” kata Sandi.

Hingga berita ini disusun, penjelasan panitia mengenai penggunaan biaya pendaftaran, kebijakan bonus bagi para juara, serta program pembinaan lanjutan belum diperoleh.(Wanda)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan