Di Bawah Langit Saburai, Ribuan Suara Menitipkan Doa

BANDAR LAMPUNG — Malam perlahan turun di Lapangan Saburai, Sabtu (24/10/2026). Namun, suasana tak ikut meredup. Ribuan orang justru memenuhi ruang terbuka itu, membawa harapan yang sama: kedamaian, keberkahan, dan kehidupan kota yang lebih baik.

Di antara kerumunan jamaah, lantunan sholawat menggema. Suara demi suara menyatu, mengalir bersama doa yang dipanjatkan dalam gelaran Bandar Lampung Bersholawat bersama Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf. Malam itu menjadi puncak peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Kota Bandar Lampung.

Lapangan Saburai tak sekadar menjadi tempat berkumpul. Ia menjelma ruang perjumpaan batin, tempat masyarakat sejenak menjauh dari kesibukan sehari-hari, menundukkan kepala, dan menyatukan harapan melalui lantunan pujian kepada Nabi Muhammad SAW.

Baca Juga  Gubernur Paparkan Visi "Bersama Lampung Maju Menuju Indonesia Emas" dan 18 Program Kerja Prioritas

Di tengah ribuan jamaah, perbedaan latar belakang seolah melebur. Yang terdengar hanyalah sholawat, yang terucap adalah doa, dan yang diharapkan adalah kehidupan yang lebih tenteram.

Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana memandang kegiatan tersebut lebih dari sekadar perayaan tahunan. Baginya, sholawat menjadi bagian dari ikhtiar membangun kehidupan kota yang tidak hanya bergerak melalui pembangunan fisik, tetapi juga bertumpu pada nilai spiritual dan kebersamaan.

“Kami ingin menjadikan momentum ini sebagai bentuk syiar sekaligus ikhtiar membangun suasana kota yang damai, sejuk, dan berlandaskan nilai-nilai Islami,” ujar Eva.

Pernyataan itu menyimpan harapan tentang sebuah kota yang nyaman dihuni. Kota yang tidak hanya tumbuh melalui gedung, jalan, dan fasilitas publik, tetapi juga melalui sikap saling menghormati, kepedulian, serta ketenteraman di tengah masyarakat.

Baca Juga  DPRD Lampung Dorong Disnaker Kolaborasi dengan Empat OPD untuk Tingkatkan PAD

Sebab, kesejukan sebuah kota pada akhirnya tidak semata-mata diukur dari rindangnya pepohonan atau lancarnya aliran udara. Ia juga tumbuh dari hubungan antarmanusia, dari kesediaan untuk saling menjaga, dan dari ruang-ruang kebersamaan yang membuat warga merasa menjadi bagian dari rumah yang sama.

Di hadapan ribuan jamaah, Eva menyampaikan penghormatan dan terima kasih kepada para ulama serta habaib yang hadir dan mendoakan kemajuan Bandar Lampung.

Sejumlah tokoh turut menghadiri kegiatan tersebut, di antaranya Ketua MPR RI Ahmad Muzani dan Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah serta tokoh agama.

Habib Syech memimpin lantunan sholawat yang disambut antusias oleh jamaah. Di penghujung acara, doa bersama dipanjatkan untuk kemajuan, kesejahteraan, dan kedamaian Kota Bandar Lampung.

Baca Juga  Walikota Resmi Buka Jalan Sehat HUT Kota Bandar Lampung ke-343, Hadiah Mobil hingga Rumah Dibagikan

Malam pun menjadi saksi bahwa di tengah kehidupan perkotaan yang terus bergerak, masyarakat masih membutuhkan ruang untuk berhenti sejenak, merapatkan kebersamaan, dan merawat harapan.

Bagi sebagian orang, malam itu mungkin akan dikenang sebagai perhelatan besar dengan ribuan jamaah. Namun, makna yang lebih dalam terletak pada doa-doa sederhana yang dibawa pulang yakni harapan agar keluarga senantiasa diberi keselamatan, kehidupan menjadi lebih baik, dan lingkungan tempat mereka tinggal tetap damai.(**)

 

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan