PESAWARAN — Liburan di perairan Pulau Pahawang berubah menjadi duka. Seorang wisatawan asal Tangerang, Indriyanti (61), meninggal dunia usai melakukan snorkeling dalam kondisi tubuh yang tidak fit, Rabu (25/3/2026).

Peristiwa tersebut terjadi di spot snorkeling Sarimin. Korban sebelumnya telah diingatkan oleh keluarga agar tidak turun ke laut. Namun, ia tetap memaksakan diri berenang dengan menggunakan pelampung (life jacket).

Komandan Posbinpotmar Pulau Pahawang, Peltu Jas Sumarwan, membenarkan kejadian tersebut. Ia mengatakan pihaknya langsung menuju lokasi setelah menerima laporan dari warga.
“Korban diduga memiliki riwayat penyakit. Sebelum kejadian juga sudah diingatkan untuk tidak berenang,” ujarnya.

Saat berada di air, korban diduga mengalami gangguan kesehatan. Masker snorkeling yang digunakan sempat terlepas sebelum korban akhirnya tidak sadarkan diri.
Melihat kondisi tersebut, keluarga bersama warga sekitar segera mengevakuasi korban ke darat. Selanjutnya, korban dibawa menggunakan speed boat menuju Dermaga Ketapang untuk mendapatkan penanganan medis.

Baca Juga  Dukung Program Vaksinasi, Polsek Mesuji Timur Gelar Sosialisasi Door to Door ke Masyarakat

Komandan Kapal Ketapang Satpolairud Polres Pesawaran, Bripka Ariansah, menjelaskan bahwa korban sempat mendapatkan pertolongan selama perjalanan ke rumah sakit, termasuk pemberian oksigen dan resusitasi jantung paru (RJP).
Namun, setibanya di fasilitas kesehatan, korban dinyatakan meninggal dunia.
Jenazah kemudian dibawa ke RS Restu Bunda sebelum diserahkan kepada pihak keluarga. Sekitar pukul 17.30 WIB, jenazah diberangkatkan ke Tangerang untuk dimakamkan.

Adik korban, Syamsul Rizal, mengungkapkan bahwa kakaknya sempat mengeluhkan kondisi kesehatannya sebelum turun ke laut.
“Sudah diingatkan, tapi tetap ingin ikut snorkeling,” katanya.
Pihak keluarga menolak dilakukan visum maupun autopsi dan telah membuat surat pernyataan resmi.

Atas kejadian ini, pihak kepolisian mengimbau para wisatawan agar selalu memperhatikan kondisi kesehatan sebelum melakukan aktivitas di laut.
“Keselamatan harus menjadi prioritas utama,” tegasnya. (Han)

Baca Juga  Perbaikan Jalan Kasui–Air Ringkih Dorong Perdagangan Warga

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan