BANDAR LAMPUNG — Aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau yang berdampak pada sejumlah wilayah di Provinsi Lampung mengundang perhatian berbagai pihak. Di tengah situasi tersebut, Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Lampung mengajak seluruh warga Nahdliyin memperkuat ikhtiar batin melalui istighatsah dan doa bersama.
Seruan tersebut disampaikan Ketua PWNU Lampung, Dr. H. Puji Raharjo, M.Hum., sebagai bentuk kepedulian sekaligus ajakan kepada masyarakat agar bersama-sama memohon keselamatan dan perlindungan kepada Allah SWT.
“Dalam situasi seperti ini, ikhtiar lahir harus kita lakukan dengan penuh kewaspadaan. Bersamaan dengan itu, mari kita mengetuk pintu langit melalui istighatsah dan doa bersama,” kata Puji Raharjo di Bandar Lampung, Senin (7/9/2026).
Ia berharap aktivitas Gunung Anak Krakatau segera mereda dan masyarakat Lampung dijauhkan dari segala bala serta marabahaya.
Seruan tersebut dituangkan dalam Surat Edaran PWNU Lampung Nomor 303/PW.01/A.II.10.44/10/09/2026 tentang Kewaspadaan dan Doa Bersama Menghadapi Erupsi Gunung Anak Krakatau.
Melalui surat edaran tersebut, PWNU Lampung mengimbau PCNU kabupaten dan kota, MWC NU, Ranting NU, badan otonom, lembaga NU, masjid, musala, lembaga pendidikan, serta pondok pesantren untuk melaksanakan istighatsah dan doa bersama di tempat masing-masing.
Menurut Puji, doa bersama merupakan bagian dari tradisi spiritual Nahdlatul Ulama dalam menghadapi berbagai keadaan yang berpotensi mengancam keselamatan masyarakat.
“Kita ingin seluruh jajaran NU di Lampung bergerak bersama. Doa dipanjatkan dari masjid, musala, pesantren, lembaga pendidikan, kantor-kantor NU, dan lingkungan warga masing-masing. Kita memohon keselamatan untuk seluruh masyarakat Lampung,” ujarnya.
Meski mengajak masyarakat memperkuat doa, PWNU Lampung menegaskan bahwa ikhtiar spiritual harus berjalan beriringan dengan langkah kewaspadaan dan mitigasi bencana.
Masyarakat tetap diminta mengikuti informasi resmi pemerintah, mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila wilayahnya terdampak abu vulkanik, menggunakan masker, menjaga kebersihan makanan dan sumber air, serta segera mengakses fasilitas kesehatan apabila mengalami gangguan akibat paparan abu.
“Doa harus berjalan bersama ikhtiar. Kita menjaga diri, mengikuti arahan pemerintah, saling membantu, dan pada saat yang sama memohon pertolongan Allah SWT,” kata Puji.
PWNU Lampung berharap seluruh warga Nahdliyin turut mendoakan masyarakat di sekitar kawasan Gunung Anak Krakatau agar diberikan keselamatan, kesehatan, ketenangan, dan kekuatan dalam menghadapi dampak erupsi.
“Mari kita memperbanyak istighfar, istighatsah, shalawat, dan doa. Semoga Allah SWT mengangkat segala marabahaya, melindungi masyarakat Lampung, dan mengembalikan keadaan dalam kondisi aman dan baik,” ujarnya.
Surat edaran tersebut ditandatangani Rais PWNU Lampung KH. Shodiqul Amin, Katib KHA. Ma’shum Abror, M.Pd.I., Ketua PWNU Lampung Dr. H. Puji Raharjo, M.Hum., dan Sekretaris PWNU Lampung H. Hidir Ibrahim, M.Si.
Di tengah situasi yang membutuhkan kewaspadaan, PWNU Lampung mengajak masyarakat untuk tetap tenang, tidak panik, saling membantu, serta bersama-sama memperkuat ikhtiar lahir dan batin demi keselamatan seluruh masyarakat Lampung.(Red)



