BANDARLAMPUNG — Ikatan Alumni Fakultas Pertanian Universitas Lampung (Ikaperta Unila) menyiapkan terobosan untuk memperkuat kesiapan mahasiswa tingkat akhir, fresh graduate, dan alumni menghadapi dunia kerja melalui Program Karir Akademi Ikaperta Unila.
Program yang dirancang pada 2026 ini tidak sekadar menjadi pelatihan mencari pekerjaan. Karir Akademi diarahkan sebagai ekosistem pengembangan talenta yang mempertemukan mahasiswa dan alumni dengan dunia industri, khususnya sektor pertanian, agribisnis, agroindustri, dan agroinput.
Mengusung tema “Mempersiapkan Talenta Muda Pertanian yang Kompeten, Profesional, dan Berdaya Saing untuk Menjawab Kebutuhan Industri Agroinput”, program ini dirancang untuk menjawab kebutuhan industri terhadap sumber daya manusia yang tidak hanya menguasai teori, tetapi juga memiliki kesiapan kerja.
Direktur Pelaksana Karir Akademi Ikaperta Unila, Ir. Ahmad Jahri, SP, SH, MH, mengatakan program tersebut diharapkan mampu mempersempit kesenjangan antara kompetensi lulusan perguruan tinggi dengan kebutuhan nyata dunia usaha.
Menurutnya, mahasiswa pertanian tidak cukup hanya dibekali kemampuan akademik. Mereka juga perlu memahami budaya kerja perusahaan, komunikasi profesional, pemasaran, pencapaian target hingga kemampuan menyelesaikan persoalan di lapangan.
“Karir Akademi ini kami dorong agar mahasiswa dan fresh graduate tidak hanya siap secara akademik, tetapi juga siap masuk ke lingkungan kerja yang sesungguhnya. Mereka perlu memahami target, budaya perusahaan, komunikasi, pemasaran dan problem solving,” kata Ahmad.
Karir Akademi menerapkan pendekatan “Learn – Practice – Internship – Career Development”. Peserta tidak berhenti pada pembelajaran di kelas, tetapi dilanjutkan dengan praktik, pengalaman industri melalui magang hingga pengembangan karier.
“Yang ingin kita bangun adalah talent pipeline. Perusahaan dapat melihat langsung kemampuan peserta, sementara peserta memperoleh pengalaman kerja nyata. Jadi hubungan antara kampus, alumni dan industri tidak berhenti pada kegiatan seremonial,” ujarnya.
Program akademi dirancang berlangsung selama dua bulan dengan pembelajaran setiap Sabtu dan Minggu. Setelah menyelesaikan rangkaian pembelajaran dan memenuhi persyaratan, peserta akan diarahkan mengikuti program magang di perusahaan mitra.
Pendaftaran peserta dibuka mulai 28 September hingga 15 Oktober 2026. Sementara proses pembelajaran dijadwalkan dimulai pada 7 November 2026.
Jahri menjelaskan, program magang menjadi salah satu bagian penting dalam Karir Akademi. Peserta yang telah mengikuti pembelajaran akan menjalani proses competency matching dengan perusahaan mitra.
“Penempatan tidak dilakukan secara sembarangan. Kompetensi peserta, hasil evaluasi akademi, minat, kebutuhan perusahaan, kualifikasi serta ketersediaan posisi magang menjadi pertimbangan dalam proses tersebut,” jelasnya.
Selama menjalani magang, peserta akan dievaluasi berdasarkan kemampuan menyelesaikan pekerjaan, pencapaian target, komunikasi, kerja sama tim, kemampuan beradaptasi, disiplin, inisiatif, tanggung jawab hingga integritas.
Peserta dengan performa terbaik juga berpeluang masuk dalam proses talent identification perusahaan dan dapat dipertimbangkan mengikuti proses rekrutmen sesuai kebutuhan perusahaan.
Dengan demikian, Karir Akademi tidak hanya memberikan sertifikat pelatihan, tetapi berupaya menciptakan jalur yang lebih konkret dari kampus menuju dunia kerja.
“Ukuran keberhasilan program bukan hanya berapa banyak peserta yang mengikuti akademi. Yang lebih penting adalah apakah mereka benar-benar memiliki kompetensi, mendapatkan pengalaman industri dan memiliki peluang untuk berkembang setelah mengikuti program,” kata Ahmad.
Ikaperta Unila menempatkan diri sebagai inisiator, pengelola, fasilitator sekaligus penghubung dalam pengembangan ekosistem karier alumni. Sementara perusahaan mitra menjadi bagian penting dalam validasi kompetensi, pelaksanaan magang, evaluasi kinerja dan pengembangan talent pipeline.
Program tersebut diharapkan mampu membangun jalur pengembangan karier alumni, mulai dari posisi entry level, staf, supervisor hingga manajer, sesuai kompetensi, pengalaman, kinerja dan kebutuhan perusahaan.
Ketua Umum Ikaperta Unila, Dr. Elvira Umihanni, S.P., M.T., menegaskan bahwa program tersebut merupakan bentuk kontribusi alumni Fakultas Pertanian Unila dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia.
Menurut Elvira, jaringan alumni yang tersebar di berbagai sektor menjadi modal penting untuk membuka akses mahasiswa dan lulusan terhadap dunia profesional.
“Alumni memiliki pengalaman dan jejaring yang sangat beragam. Potensi tersebut perlu dikembalikan untuk memberi manfaat kepada mahasiswa dan lulusan. Karir Akademi menjadi salah satu bentuk nyata bagaimana alumni ikut menyiapkan generasi muda pertanian agar lebih kompeten dan berdaya saing,” kata Elvira.
Ia mengatakan dunia kerja saat ini membutuhkan lulusan yang adaptif. Karena itu, pembelajaran dalam Karir Akademi tidak hanya membahas teori pertanian, tetapi juga kemampuan bisnis, pemasaran, selling skill, komunikasi profesional, kepemimpinan, kerja tim, manajemen waktu hingga pemanfaatan teknologi digital dan artificial intelligence (AI).
Kurikulum juga mencakup pemahaman dasar agroinput, bisnis agroinput, pemasaran, teknik penjualan serta pembekalan memasuki dunia kerja.
“Harapannya, lulusan Fakultas Pertanian Unila memiliki pilihan dan akses karier yang lebih luas. Mereka tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga mampu berkembang menjadi tenaga profesional yang memahami kebutuhan industri,” ujarnya.
Ikaperta Unila berharap Karir Akademi menjadi langkah nyata untuk memperkuat daya saing alumni sekaligus memperbesar kontribusi sumber daya manusia pertanian terhadap perkembangan industri dan pembangunan sektor pertanian, khususnya di Provinsi Lampung. (**)




