Lampung Selatan– Provinsi Lampung resmi memperkuat layanan penyeberangan di Selat Sunda dengan beroperasinya KMP Dalom 1, kapal eksekutif terbaru yang dihadirkan melalui kolaborasi Pemerintah Provinsi Lampung dengan sektor swasta dan BUMN. Peresmian dilakukan Gubernur Rahmat Mirzani Djausal di Dermaga Eksekutif Bakauheni melalui prosesi adat khas Lampung “Hitar Lawok”.
Acara tersebut turut dihadiri Wakil Gubernur Jihan Nurlela, Ketua DPRD Provinsi Lampung, Ketua TP PKK Provinsi Lampung Purnama Wulan Sari Mirza, Sekdaprov Marindo Kurniawan, serta jajaran Kementerian Perhubungan.
Gubernur Mirza menegaskan bahwa pengoperasian KMP Dalom 1 menjadi tonggak baru dalam upaya Lampung meningkatkan kualitas konektivitas antar-pulau, khususnya jalur vital Bakauheni–Merak yang menjadi salah satu penyeberangan tersibuk di Indonesia.
“Kapal ini adalah bukti komitmen kami untuk menghadirkan pelayanan transportasi modern, aman, dan membanggakan bagi masyarakat,” ujar Gubernur.
Ia menambahkan, kehadiran kapal ini menjadi bagian dari visi besar Pemprov Lampung untuk memperkuat ekosistem logistik dan ekonomi regional.
Dikelola oleh BUMD PT Lampung Jasa Utama (LJU), KMP Dalom 1 beroperasi secara mandiri tanpa membebani APBD. Pemerintah Provinsi Lampung bahkan menargetkan kontribusi PAD dari unit usaha ini ke depan.
Kapal Eksekutif Berukuran Besar dengan Sentuhan Kearifan Lokal
KMP Dalom 1 dibuat di Tiongkok dan memiliki ukuran 114,75 meter panjang dan 21 meter lebar. Kapasitas angkutnya mencapai 200 penumpang serta 200 unit kendaraan campuran, menjadikannya kapal terbesar ketiga pada layanan eksekutif Bakauheni–Merak.
Kapal ini dilengkapi berbagai fasilitas modern seperti Family Room, VIP House, Co-Working Space, ruang disabilitas, serta interior yang mengusung motif tapis dan ornamen tradisional Lampung.
Kecepatan kapal mencapai 16 knot, lebih tinggi dibanding rata-rata kapal sejenis yang beroperasi di lintasan selat tersebut.
Kolaborasi BUMD, Swasta, dan BUMN
Direktur PT Dalom Lintas Berjaya, Charda Damanik, menjelaskan bahwa KMP Dalom 1 merupakan hasil kerja sama strategis antara PT LJU dan PT Damai Lautan Nusantara melalui unit usaha baru. Kolaborasi ini diharapkan menjadi model pengembangan transportasi publik yang lebih adaptif terhadap tantangan era digital dan kebutuhan logistik nasional.
“Kami berharap KMP Dalom 1 dapat segera beroperasi penuh di Dermaga Eksekutif. Untuk sementara, operasional awal akan dilakukan melalui Dermaga 4,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Lampung Bambang Sumbogo mengatakan bahwa kehadiran kapal ini sekaligus menjawab kebutuhan layanan penyeberangan yang lebih cepat, nyaman, dan berkelanjutan.
Dengan peresmian ini, Pemerintah Provinsi Lampung menegaskan komitmennya untuk terus memperbaiki sistem transportasi dan logistik secara menyeluruh, termasuk integrasi teknologi dan peningkatan kualitas pelayanan bagi masyarakat.(**)




