Bandar Lampung – Menjelang bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Lampung melakukan penyesuaian jam belajar di seluruh satuan pendidikan. Selama Ramadan, aktivitas belajar mengajar akan dimulai lebih pagi, yakni pukul 07.30 WIB, dengan durasi setiap mata pelajaran dipangkas 10 menit.
Kepala Disdikbud Provinsi Lampung, Thomas Amirico, mengatakan kebijakan tersebut merupakan agenda rutin tahunan yang disesuaikan dengan kondisi siswa selama menjalankan ibadah puasa.
“Setiap menjelang Ramadan memang selalu ada penyesuaian. Jam masuk dimulai pukul 07.30 dan durasi tiap mata pelajaran dikurangi 10 menit,” ujar Thomas, Kamis (5/2/2026).
Menurutnya, penyesuaian ini tidak hanya bertujuan menjaga efektivitas pembelajaran, tetapi juga memberi ruang bagi penguatan karakter dan nilai-nilai keagamaan di lingkungan sekolah.
Selama Ramadan, siswa Muslim diarahkan untuk memanfaatkan waktu dengan kegiatan ibadah dan pembinaan keagamaan. Sementara itu, siswa non-Muslim tetap mengikuti kegiatan sesuai dengan ajaran agama masing-masing.
“Kami ingin pembentukan karakter tetap berjalan. Siswa Muslim fokus pada ibadahnya, dan siswa non-Muslim juga menjalankan kegiatan keagamaannya. Ini bagian dari upaya menjaga toleransi di sekolah,” jelasnya.
Selain penyesuaian jam belajar, Disdikbud Lampung juga akan berkoordinasi dengan Satuan Tugas Makan Bergizi Gratis (MBG) terkait kemungkinan penyesuaian menu selama bulan puasa.
“Nanti akan kami diskusikan formulanya, apakah bisa dikonversi ke bentuk lain selama Ramadan. Ini akan kami bahas bersama Satgas MBG,” pungkas Thomas.(Wil)





