LAMPUNG TIMUR — Api kembali menguji ketahanan kawasan Taman Nasional Way Kambas (TNWK). Di tengah hamparan alang-alang yang terbakar, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal turun langsung memantau penanganan kebakaran hutan dan lahan di Desa Braja Harjosari, Kecamatan Braja Selebah, Lampung Timur, Minggu (23/8/2026).

Mirza datang bukan sekadar melihat kobaran api. Ia ingin memastikan api tidak bergerak lebih jauh, terutama menuju kawasan hutan yang menjadi rumah bagi beragam satwa liar, termasuk gajah Sumatra.

Didampingi Kepala Balai TNWK, Bupati Lampung Timur, unsur TNI-Polri, BPBD Lampung, dan jajaran Forkopimda, Mirza memantau upaya tim gabungan memadamkan api sekaligus membuat langkah pencegahan agar kebakaran tidak menembus kawasan inti taman nasional.

Baca Juga  40 Anggota DPRD Pesawaran Periode 2024-2029 Resmi Dilantik, Achmad Rico Julian Jabat Ketua Sementara

Satu titik api sebelumnya berhasil dipadamkan pada Sabtu malam. Namun, Minggu siang, titik api baru kembali muncul di area ladang alang-alang.

“Alhamdulillah, tadi malam satu titik sudah berhasil dipadamkan. Namun tadi siang muncul satu titik baru di area ladang alang-alang,” kata Mirza.

Menurut dia, api harus dikendalikan sedini mungkin. Sebab, jika menjalar ke kawasan hutan, dampaknya bukan hanya menghanguskan vegetasi, tetapi juga mengancam habitat satwa yang hidup di dalamnya.

Karena itu, pemantauan terhadap keberadaan gajah menjadi perhatian khusus pemerintah.

Hasil pemantauan udara dan darat menunjukkan kelompok gajah liar terdekat berada sekitar 25 kilometer dari lokasi kebakaran. Sedangkan gajah yang berada di Pusat Latihan Gajah (PLG) dipastikan aman dan tidak terdampak.

Baca Juga  Diskominfotiksan Pesawaran Edukasi Warga Soal Bahaya Judi Online dan Hoaks

“Gajah-gajah di TNWK terus kami monitor. Untuk kelompok gajah liar, posisi terdekat berjarak sekitar 25 kilometer dari lokasi kebakaran. Sementara gajah yang berada di PLG insyaallah sangat aman dan tidak terdampak,” ujarnya.

Ia menyadari, menjaga Way Kambas tidak cukup hanya dengan memadamkan api. Kebakaran yang berulang membutuhkan langkah pencegahan dan penataan kawasan secara berkelanjutan.

Mirza mengapresiasi personel gabungan yang terus bekerja di lapangan. Menurutnya, penanganan karhutla membutuhkan kerja bersama antara pemerintah, aparat, pengelola kawasan konservasi dan masyarakat.

“Kita semua bersatu padu menanggulangi kebakaran ini. Kami terus bekerja bersama dan berdoa agar situasi benar-benar terkendali serta kawasan Way Kambas tetap terjaga kelestariannya,” kata Mirza.(Red/Wanda)

Baca Juga  Aisyiyah Cadre Camp di Tubaba Jadi Ruang Kader Perempuan Perkuat Peran di Masyarakat

 

 

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan