BANDAR LAMPUNG – Suasana hangat dan penuh haru menyelimuti kegiatan Gebyar Muharram 1448 Hijriah dan Santunan Anak Yatim yang digelar Majelis Taklim Al-Yaqin di lingkungan Tanjung Raya, Rabu (9/7/2026). Momen tahun baru Islam itu dimanfaatkan untuk menebar kasih sayang sekaligus memperkuat kepedulian terhadap anak-anak yatim.
Ketua Majelis Taklim Al-Yaqin, Febri Nadriyah, mengatakan Muharram merupakan bulan yang istimewa bagi umat Islam. Selain menjadi momentum hijrah menuju kehidupan yang lebih baik, Muharram juga dikenal sebagai “Lebarannya Anak Yatim”, sehingga menjadi waktu yang tepat untuk berbagi.
“Salah satu amalan mulia di bulan Muharram adalah berbagi kasih dengan anak yatim. Semoga kegiatan ini semakin mempererat silaturahmi dan menjadi jalan mengetuk pintu langit melalui doa-doa tulus mereka,” ujar Febri.
Ia juga mengutip hadis riwayat Bukhari tentang keutamaan menyantuni anak yatim sebagai pengingat bahwa kepedulian kepada mereka merupakan amalan yang sangat dianjurkan.
Dalam kesempatan tersebut, Febri menyampaikan terima kasih kepada seluruh panitia dan para donatur yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan. Menurutnya, kebersamaan dan semangat berbagi menjadi modal penting agar kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan setiap tahun.
Kepada anak-anak yatim yang hadir, Febri memberikan pesan agar tidak pernah kehilangan semangat dalam menuntut ilmu dan meraih cita-cita.
“Kalian tidak sendiri. Ada Allah dan ada kami yang menyayangi. Jadilah anak-anak saleh dan salehah yang membanggakan keluarga, agama, dan bangsa,” pesannya.
Sementara itu, dalam tausiahnya, Ustaz Jiddan, Lc., mengajak seluruh jamaah menjadikan Muharram sebagai titik awal untuk memperbaiki diri. Menurutnya, makna hijrah tidak hanya berpindah tempat, tetapi juga meninggalkan kebiasaan buruk menuju kehidupan yang lebih baik.
“Muharram adalah momentum untuk introspeksi. Mari kita hijrah, memperbaiki diri, memperkuat ibadah, dan memperbanyak kepedulian kepada sesama, terutama kepada anak-anak yatim,” tutur Ustaz Jiddan.
Kegiatan yang berlangsung penuh kehangatan itu menjadi pengingat bahwa semangat berbagi di bulan Muharram bukan sekadar memberikan bantuan, tetapi juga menghadirkan kebahagiaan, harapan, dan rasa bahwa anak-anak yatim tidak pernah berjalan sendiri.(Rls)





