Presiden Prabowo Instruksikan Lartas Impor Tapioka, Aspirasi Petani Singkong Lampung Akhirnya Didengar

Bandar Lampung — Harapan ribuan petani singkong di Lampung akhirnya terjawab. Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan penerapan Larangan Terbatas (Lartas) terhadap impor tepung tapioka dan etanol, setelah menerima laporan langsung dari Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal terkait anjloknya harga singkong di tingkat petani.
Instruksi tersebut disampaikan Presiden dalam rapat terbatas bersama sejumlah menteri bidang ekonomi. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan, kebijakan Lartas ini akan diberlakukan secara bertahap menyesuaikan kapasitas produksi dalam negeri.
“Kalau produksi dalam negeri sudah cukup, impor kita hentikan. Kita ingin industri kembali menyerap bahan baku lokal, agar petani sejahtera,” tegas Amran.
Gubernur Rahmat Mirzani Djausal menyambut baik keputusan Presiden yang dianggap sebagai bentuk keberpihakan nyata terhadap nasib petani singkong Lampung. Ia menjelaskan, selama ini petani lokal sangat terpukul oleh membanjirnya produk tapioka impor yang membuat harga singkong anjlok drastis.
“Lampung menyumbang sekitar 70 persen produksi singkong nasional. Karena itu, kebijakan ini menjadi angin segar bagi petani kita agar harga kembali stabil dan ekonomi pedesaan bergairah,” ujar Mirza.
Lebih lanjut, Gubernur Mirza juga mengusulkan agar pemerintah pusat menetapkan Harga Eceran Tertinggi (HET) untuk produk tepung tapioka. Menurutnya, kebijakan tersebut penting agar nilai tambah bisa kembali dinikmati petani, bukan hanya oleh industri besar.
“Dengan adanya HET, posisi tawar petani meningkat. Kita ingin nilai tambah itu dirasakan langsung oleh mereka yang menanam,” imbuhnya.
Kebijakan ini diharapkan tidak hanya menstabilkan harga singkong, tetapi juga memperkuat ketahanan pangan nasional serta mendorong industri berbasis bahan baku lokal.
Dengan langkah tegas Presiden Prabowo dan dukungan pemerintah daerah, Lampung diproyeksikan kembali menjadi lumbung singkong nasional yang tangguh dan berdaya saing tinggi.(rdo)


