Pesawaran–
Mengantisipasi peningkatan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di musim penghujan, Puskesmas Kalirejo menggelar berbagai upaya mitigasi di Desa Karang Rejo, Kecamatan Negeri Katon, pada Senin (13/1/2025). Kegiatan ini mencakup penyuluhan, pemberian serbuk Abate (abatesasi), fogging, serta Penyelidikan Epidemiologi (PE) guna mendeteksi keberadaan jentik nyamuk penyebab DBD.

Fogging dan abatesasi dilakukan di tiga dusun yang menjadi titik rawan penyebaran nyamuk Aedes aegypti, sementara penyuluhan digelar di Balai Desa Karang Rejo. Kegiatan ini melibatkan aparatur desa, kader PKK dan Posyandu, serta masyarakat umum guna meningkatkan kesadaran tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan pola hidup sehat.

Kepala Puskesmas Kalirejo, Bety Nilasari, menyatakan bahwa langkah ini diambil sebagai respons terhadap laporan adanya kasus DBD di desa tersebut. “Dengan kondisi cuaca yang mendukung perkembangbiakan nyamuk, kami mengimbau masyarakat untuk aktif dalam Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dan menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) agar kasus DBD tidak terus meningkat,” ujarnya.

Baca Juga  Bupati Nanda Indira Serahkan SK kepada 3.457 PPPK Paruh Waktu Pemkab Pesawaran

Bety juga mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai gejala awal DBD, seperti demam tinggi mendadak selama 2-7 hari, pendarahan ringan, munculnya bintik merah pada kulit, serta penurunan trombosit. “Jika ada anggota keluarga yang mengalami gejala tersebut, segera berikan pertolongan pertama dengan obat penurun demam seperti parasetamol. Jika demam tidak mereda, segera periksakan ke fasilitas kesehatan terdekat,” tambahnya.

Kepala Desa Karang Rejo, Sutri Edi, menyambut baik langkah cepat Puskesmas dalam menangani kasus DBD di wilayahnya. Ia mengungkapkan bahwa dua warga desanya telah dinyatakan positif DBD dan berharap kegiatan ini dapat mencegah lonjakan kasus lebih lanjut. “Kami juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menerapkan 3M, menjaga kebersihan lingkungan, dan menjalani pola hidup sehat,” kata Edi.

Baca Juga  Ganjar Crivisaya Adakan Senam Zumba Bersama Masyarakat Kabupaten Lampung Selatan

Sebagai langkah tambahan, aparatur desa telah mengadakan kegiatan gotong royong membersihkan lingkungan dan bekerja sama dengan Puskesmas dalam pelaksanaan fogging. Edi juga menyampaikan bahwa pihak desa telah meminta dukungan dari Pemerintah Kabupaten Pesawaran agar penanganan DBD dapat dilakukan secara menyeluruh.

Dinas Kesehatan Pesawaran Imbau Masyarakat Perkuat Pencegahan

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pesawaran, dr Media Apriliana, menegaskan bahwa pihaknya terus melakukan penyuluhan terkait bahaya DBD dan langkah pencegahannya. “Masyarakat diharapkan rutin melakukan PSN, menggunakan Abate, memeriksa keberadaan jentik nyamuk secara berkala, serta melaporkan jika ada kasus DBD untuk segera dilakukan penyelidikan epidemiologi dan fogging,” jelasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa kondisi musim penghujan meningkatkan potensi perkembangbiakan nyamuk, sehingga masyarakat harus lebih waspada. “Hingga pertengahan Januari 2025, kasus DBD memang mengalami peningkatan, tetapi secara umum masih relatif sama dibanding tahun sebelumnya,” ungkapnya.

Baca Juga  Pemprov Bangun Jalan 13,5 Km di Rawa Pitu

Dinas Kesehatan mengajak semua pihak, termasuk aparatur desa dan kecamatan, untuk berperan aktif dalam menggerakkan masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan dan mencegah penyebaran DBD. “Upaya bersama ini sangat penting agar kasus DBD dapat dikendalikan dan tidak menimbulkan dampak yang lebih luas,”kata dia.(**)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan