BANDARLAMPUNG — Aktivitas bongkar muat di Pelabuhan Panjang bukanlah pekerjaan tanpa risiko. Setiap hari, para buruh harus berhadapan dengan berbagai kondisi dan lingkungan kerja yang membutuhkan kehati-hatian serta perlindungan yang memadai.

Karena itu, Koperasi Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) Pelabuhan Panjang kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap keselamatan dan kesehatan kerja (K3) para anggota dengan membagikan alat pelindung diri (APD).

Sebanyak 1068 anggota buruh mendapatkan perlengkapan APD yang disiapkan pengurus Koperasi TKBM Pelabuhan Panjang. Penyerahan dilakukan secara simbolis oleh Ketua Koperasi TKBM Pelabuhan Panjang, Agus Sujatma Surnada, kepada perwakilan Perusahaan Bongkar Muat (PBM) di Kantor Koperasi TKBM Pelabuhan Panjang, Senin (7/9/2026).

Baca Juga  IJP Lampung Gelar Lomba Semarak HUT RI ke-81

APD yang dibagikan meliputi sepasang sepatu kerja, helm, rompi, dan baju seragam kerja. Perlengkapan tersebut diharapkan dapat memberikan rasa aman sekaligus mendukung para buruh dalam menjalankan aktivitasnya sehari-hari.

Bagi para buruh, perlengkapan keselamatan bukan sekadar seragam atau perlengkapan kerja. APD menjadi bagian penting untuk melindungi diri ketika bekerja di tengah aktivitas bongkar muat yang memiliki berbagai potensi risiko.

Ketua Koperasi TKBM Pelabuhan Panjang Agus Sujatma Surnada mengatakan, pembagian APD merupakan program rutin yang dilakukan koperasi setiap tahun sebagai bentuk perhatian terhadap keselamatan anggota.

“Pembagian APD ini dilakukan pengurus koperasi setiap tahun, jadi sudah menjadi program setiap tahun,” ujarnya.

Agus menjelaskan, selain perlengkapan yang diberikan dalam kegiatan tersebut, kebutuhan APD yang sifatnya habis pakai seperti masker dan sarung tangan juga tetap disediakan.

Baca Juga  500 Laskar Gerindra Ikuti Diklat di Pringsewu, Satukan Langkah dan Kebersamaan

“Kalau masker dan sarung tangan itu barang pakai habis. Jadi, setiap ada kegiatan kerja di pelabuhan, mereka (PBM, red) langsung mengambil ke kantor koperasi,” katanya.

Ia berharap, dukungan perlengkapan keselamatan tersebut dapat membuat para buruh semakin sadar akan pentingnya menjaga keselamatan diri selama bekerja.

Sebab, menurutnya, keselamatan bukan hanya menjadi tanggung jawab perusahaan maupun pengurus koperasi, tetapi juga membutuhkan kesadaran setiap pekerja untuk menggunakan perlengkapan pelindung sesuai standar.

Penyerahan APD tersebut turut dihadiri Wakil Ketua Koperasi TKBM Jolly Sanggam, Sekretaris Wedi Wediana, jajaran pengurus koperasi, Ketua F-SPTI Khusus Pelabuhan Panjang Mumuh, serta sejumlah anggota.

Melalui program tersebut, Koperasi TKBM Pelabuhan Panjang berharap para buruh dapat bekerja dengan lebih nyaman, aman, dan terlindungi.

Baca Juga  Aksi Masa Buruh Desak Pemprov Buat Regulasi Pergub 1 Pelabuhan 1 Koperasi TKBM

Di balik kesibukan aktivitas pelabuhan yang menopang pergerakan ekonomi, keselamatan para pekerja tetap menjadi hal yang tidak boleh diabaikan. Karena bagi koperasi, memastikan buruh pulang ke rumah dalam keadaan selamat setelah bekerja merupakan bagian penting dari kepedulian terhadap anggota.(Red)

 

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan