BANDAR LAMPUNG — Bagi sebagian orang, mendapatkan air bersih mungkin perkara sederhana. Cukup membuka keran, air mengalir, lalu kebutuhan sehari-hari terpenuhi. Namun, bagi warga yang menghadapi keterbatasan sumber air, urusan memasak, mencuci, hingga menjaga kebersihan keluarga bisa menjadi perjuangan tersendiri.
Di tengah kebutuhan itu, bantuan sumur bor menjadi harapan baru bagi masyarakat. Partai NasDem meresmikan sumur bor di tiga kecamatan di Kota Bandar Lampung, yakni Rajabasa, Enggal, dan Teluk Betung Utara, Minggu (25/10/2026).
Peresmian tersebut menandai pembangunan sumur bor ke-73 di Provinsi Lampung. Partai NasDem menargetkan 120 titik sumur bor dapat terwujud hingga akhir 2026.
Anggota Dewan Pertimbangan DPP Partai NasDem, Nessy Kalviya, mengatakan akses air bersih bukan sekadar persoalan pembangunan infrastruktur. Lebih dari itu, air merupakan kebutuhan mendasar yang berkaitan langsung dengan kesehatan, kenyamanan, dan kualitas hidup keluarga.
“Ketika air bersih sulit didapatkan, masyarakat bukan hanya menghadapi persoalan kebutuhan sehari-hari, tetapi juga kenyamanan dan kesehatan keluarga,” ujar Nessy.
Menurut dia, kepedulian terhadap masyarakat harus berangkat dari pemahaman atas kesulitan yang mereka hadapi. Bantuan yang diberikan pun diharapkan tidak berhenti pada pembangunan fasilitas, tetapi benar-benar menjawab kebutuhan warga.
Air bersih memiliki peran penting dalam kehidupan rumah tangga. Dari dapur tempat makanan disiapkan, pakaian yang harus dicuci, hingga lingkungan yang perlu dijaga kebersihannya, semuanya membutuhkan ketersediaan air yang memadai.
Karena itu, keberadaan sumur bor diharapkan dapat membantu warga memenuhi kebutuhan sehari-hari, terutama ketika musim kemarau menyebabkan sumber air di sekitar permukiman berkurang.
Nessy berharap masyarakat dapat memanfaatkan fasilitas tersebut secara optimal sekaligus menjaga dan merawatnya bersama-sama agar manfaatnya bisa dirasakan dalam jangka panjang.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal DPP Partai NasDem, Hermawi Taslim, menegaskan bahwa kader dan wakil rakyat harus peka terhadap persoalan yang dihadapi masyarakat.
“Kita harus peka terhadap kesulitan masyarakat dan hadir memberikan solusi sesuai kemampuan kita. Ketika masyarakat menghadapi kesulitan mendapatkan air bersih, jangan sampai kita menutup mata,” kata Hermawi.
Ia juga mengapresiasi Ketua DPW Partai NasDem Lampung, Herman HN, yang telah memfasilitasi pembangunan sumur bor untuk masyarakat. Hermawi berharap program tersebut terus berlanjut sehingga semakin banyak warga memperoleh akses terhadap air bersih.
Hingga peresmian titik ke-73, masih ada 47 sumur bor yang ditargetkan dapat diselesaikan untuk mencapai sasaran 120 titik pada akhir tahun ini.
Target tersebut menjadi pekerjaan lanjutan yang perlu dituntaskan agar jangkauan bantuan semakin luas. Selain memastikan pembangunan berjalan, pengelolaan dan pemeliharaan fasilitas juga penting agar sumur bor tetap berfungsi dan tidak sekadar menjadi bangunan yang berdiri tanpa manfaat berkelanjutan.
Dalam peresmian itu, hadir Gubernur Akademi Bela Negara Partai NasDem Nining Indra Shaleh, Anggota DPR RI Fraksi NasDem dari Daerah Pemilihan Lampung I Rahmawati Herdian, Ketua DPW Partai NasDem Lampung Herman HN, Ketua DPD Partai NasDem Naldi Rinara, serta jajaran pengurus dan kader NasDem se-Kota Bandar Lampung.
Pada akhirnya, air bersih bukan sekadar soal sumur yang dibangun atau angka target yang dicapai. Di baliknya, ada kebutuhan keluarga yang harus dipenuhi setiap hari. Ketika sumber air semakin dekat dan mudah dijangkau, waktu dan tenaga warga diharapkan dapat lebih banyak digunakan untuk hal-hal lain yang menunjang kehidupan mereka.
Bagi masyarakat yang membutuhkan, sumur bor bukan hanya fasilitas fisik. Ia adalah upaya menghadirkan kebutuhan paling mendasar agar kehidupan sehari-hari dapat berjalan lebih layak.(**/Wanda)






