BANDAR LAMPUNG – Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menyerahkan bantuan kemanusiaan Pemerintah Provinsi Lampung untuk korban bencana gempa bumi di Myanmar.

Penyerahan bantuan dilakukan kepada Komandan Brigade Infanteri (Brigif) 4 Marinir/BS Lampung Kolonel Marinir Supriadi Tarigan di Posko Bantuan Kemanusiaan Brigif, Tugu Adipura, Bandar Lampung, Rabu (2/4/2025).

Bantuan tersebut disalurkan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Lampung. Rinciannya meliputi 200 paket sembako, 2 unit genset, 3 unit tenda, 160 unit selimut, dan 150 unit matras.

Selain itu, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. H. Abdul Moeloek juga memberikan bantuan berupa 50 pack perban gulung, 25 liter bethadine, 25 liter alkohol medis, 50 box paracetamol, 50 tube amoxicillin, 50 tube betametason, 20 pot Vitamin B12, 20 pot Vitamin B6, 20 pot Vitamin B1, 25 pot Vitamin C, 25 gulung plester, 50 box antasida, 50 box ranitidine, 50 box Asmet, 25 pot GG, 50 box modium, 30 box domperidone, dan 30 box cotrimoxazole.

Baca Juga  Pemkot Bandar Lampung Gelar Operasi Pasar Murah, Wahana Raharja Siapkan 24 Ton Beras dan 8,4 Ton Minyak Goreng

Gubernur Rahmat Mirzani Djausal mengatakan bahwa pengiriman bantuan ini merupakan tindak lanjut atas instruksi Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, dengan pelaksanaan yang dikoordinir oleh Tentara Nasional Indonesia (TNI).

“Kami melakukan kolaborasi untuk memberikan bantuan agar dapat membantu saudara-saudara kita di Myanmar,” ujarnya.

Ia berharap bantuan tersebut bisa meringankan beban para korban bencana gempa bumi di Myanmar.

Sementara itu, Komandan Brigif 4 Mar/BS Lampung Kolonel Marinir Supriadi Tarigan menyampaikan bahwa penyaluran bantuan ini merupakan salah satu tugas pokok TNI dalam penanggulangan bencana.

“Ini bentuk responsif TNI dalam melaksanakan tugas-tugas kemanusiaan,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa posko bantuan akan dibuka selama tiga hari ke depan untuk mengoordinir pengumpulan bantuan dari berbagai elemen masyarakat Lampung guna membantu para korban gempa bumi di Myanmar.(Ridho)

Baca Juga  Meraih Doktor dari Kegelisahan Membongkar Korupsi

 

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan