BANDAR LAMPUNG — Pendidikan bukan semata-mata tentang mengejar nilai di atas kertas. Di balik proses belajar, ada tugas yang tak kalah penting, yakni menumbuhkan kedisiplinan, kemandirian, tanggung jawab, dan kepedulian dalam diri anak.
Semangat itulah yang dibawa dua guru SDN 4 Way Laga, Sartika, S.Pd. dan Rika Okta Wulandari, S.Pd., setelah menuntaskan Kursus Mahir Dasar (KMD) Pramuka Universitas Lampung (Unila) Tahun 2026.
Keduanya mengikuti pelatihan pada 9–11 Oktober dan 16–18 Oktober 2026. Keikutsertaan tersebut menjadi langkah untuk memperkuat kemampuan membina Pramuka sekaligus menghadirkan kegiatan ekstrakurikuler yang lebih edukatif dan bermakna bagi siswa.
Bagi seorang guru, belajar tidak berhenti ketika bel sekolah berbunyi. Ada pengetahuan yang perlu terus diperbarui dan keterampilan yang harus dikembangkan agar proses pendidikan dapat menjawab kebutuhan anak.
Melalui KMD, Sartika dan Rika mendapatkan bekal untuk merancang serta melaksanakan kegiatan kepramukaan di gugus depan. Pengetahuan tersebut diharapkan dapat diterapkan dalam mendampingi siswa mengenal nilai-nilai kehidupan melalui kegiatan yang menyenangkan.
Pramuka bukan sekadar baris-berbaris atau kegiatan di luar kelas. Di dalamnya, anak belajar menghargai teman, bekerja sama, menyelesaikan tugas, serta berani mengambil peran dalam kelompok.
Nilai-nilai itu mungkin tumbuh dari hal sederhana. Mulai dari belajar datang tepat waktu, menjalankan tanggung jawab, membantu teman yang kesulitan, hingga berani mencoba sesuatu yang baru.
Namun, kebiasaan kecil itulah yang menjadi bagian penting dalam perjalanan anak membangun karakter dan mengenali potensi dirinya.
Kepala SDN 4 Way Laga, Khotmir, S.Pd., menyambut baik keberhasilan kedua guru tersebut. Ia menyatakan dukungannya terhadap upaya peningkatan kompetensi guru, baik dalam pembelajaran di kelas maupun kegiatan ekstrakurikuler.
Menurutnya, keberhasilan Sartika dan Rika menuntaskan KMD menjadi kebanggaan bagi keluarga besar sekolah. Lebih dari pencapaian pribadi, pelatihan itu diharapkan memberikan manfaat nyata bagi pengembangan kegiatan Pramuka di SDN 4 Way Laga.
“Dengan guru yang terus meningkatkan kemampuan, pendidikan karakter diharapkan tidak berhenti sebagai materi yang disampaikan, tetapi tumbuh menjadi kebiasaan yang diterapkan siswa dalam kehidupan sehari-hari,” kata Khotmir, Minggu (18/10/2026).
Dukungan sekolah terhadap pengembangan kompetensi guru menjadi bagian dari upaya menghadirkan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada capaian akademik. Anak-anak juga membutuhkan ruang untuk belajar mandiri, membangun rasa percaya diri, serta memahami arti kebersamaan.
Dengan bekal dari KMD Unila, Sartika dan Rika diharapkan mampu membawa semangat baru dalam pembinaan Pramuka di sekolah. Pengalaman tersebut menjadi modal untuk menciptakan kegiatan yang menarik sekaligus menanamkan nilai-nilai positif kepada peserta didik.
Pada akhirnya, keberhasilan pendidikan karakter tidak selalu terlihat dalam waktu singkat. Ia tumbuh melalui keteladanan guru, kebiasaan baik yang terus diulang, dan pendampingan yang dilakukan dengan kesabaran.
Dari Unila, dua guru SDN 4 Way Laga membawa pulang lebih dari sekadar pengalaman pelatihan. Ada harapan agar setiap kegiatan Pramuka menjadi kesempatan bagi anak-anak untuk belajar menjadi pribadi yang disiplin, mandiri, bertanggung jawab, dan peduli terhadap sesama. (**)




