BANDAR LAMPUNG – Komunitas Literasi Lenteraku menggelar Workshop Penulisan bertema “Membangun Dasar Keterampilan Menulis, Berpikir Kritis dan Menyusun Abstraksi Ilmiah” di Warkop WOW, Jalan Turi, Tanjung Seneng, Bandar Lampung, Minggu (9/8/2026).

Kegiatan tersebut menjadi ruang pembelajaran bagi peserta untuk meningkatkan keterampilan menulis sekaligus mengasah kemampuan berpikir kritis dalam mengolah, menganalisis, dan menyampaikan informasi.

Workshop menghadirkan empat narasumber dari kalangan akademisi dan profesional. Putra Pratama menyampaikan materi mengenai berpikir kritis, sedangkan jurnalis Deni Kurniawan membahas teknik menemukan ide serta menyusun kerangka tulisan.

Materi kemudian dilanjutkan oleh dosen UIN Jurai Siwo Lampung, Agam Anantama, yang membahas kaidah penulisan. Sementara dosen Universitas Lampung (Unila), Fuad Abdulgani, memberikan materi mengenai teknik penyusunan abstraksi ilmiah.

Baca Juga  Puji Raharjo Tegaskan Jabatan Dirjen Haji sebagai Tugas Pengabdian, Bukan Kebanggaan

Ketua Panitia, Asep Suryana, mengatakan workshop tersebut tidak hanya berorientasi pada peningkatan kemampuan teknis menulis, tetapi juga diarahkan untuk membangun kemampuan peserta dalam mengolah informasi menjadi gagasan yang memiliki nilai.

“Menulis bukan sekadar persoalan merangkai kata. Di dalamnya terdapat proses berpikir, mengolah informasi, menentukan sudut pandang, menyusun argumentasi, dan menyampaikannya kepada pembaca,” ujar Asep.

Menurutnya, seorang penulis harus memahami persoalan yang dibahas serta mampu menyusun informasi secara logis. Dengan demikian, tulisan yang dihasilkan tidak hanya mudah dipahami, tetapi juga memiliki substansi dan argumentasi yang kuat.

Materi workshop disampaikan secara bertahap. Peserta terlebih dahulu diajak memahami pentingnya berpikir kritis sebagai dasar dalam proses menulis, kemudian dilanjutkan dengan teknik menemukan dan mengembangkan ide, menyusun kerangka tulisan, memahami kaidah bahasa, hingga melakukan abstraksi terhadap gagasan ilmiah.

Baca Juga  Reses di 12 Titik, Fatikhatul Khoiriyah Serap Keluhan BPJS Tidak Aktif dan Jalan Rusak

Asep menilai kemampuan berpikir kritis semakin penting di tengah derasnya arus informasi saat ini. Masyarakat tidak cukup hanya mampu memperoleh informasi, tetapi juga harus dapat menilai kredibilitas sumber, menguji argumentasi, serta membedakan fakta dan opini.

“Karena itu, kemampuan menulis dan berpikir kritis harus berjalan beriringan. Penulis tidak hanya dituntut mampu menyampaikan sesuatu, tetapi juga memahami dan mempertanggungjawabkan gagasan yang disampaikan,” katanya.

Melalui workshop tersebut, Lenteraku berharap peserta dapat menerapkan materi yang diperoleh melalui praktik menulis serta menghasilkan karya yang memiliki nilai edukatif dan sosial.

Ke depan, Lenteraku juga mendorong kegiatan literasi serupa dapat dikembangkan secara berkelanjutan sebagai ruang pembelajaran bagi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk meningkatkan kemampuan menulis, berpikir kritis, sekaligus menjadi ruang bertukar gagasan.(Rls)

Baca Juga  Pemprov Lampung Jajaki Kerja Sama dengan Malaysia

 

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan