BANDAR LAMPUNG — Kesempatan berkarier terbuka bagi masyarakat yang ingin bergabung dalam pelayanan kesehatan di Universitas Lampung (Unila). Kampus negeri tersebut membuka rekrutmen 76 tenaga profesional non-Aparatur Sipil Negara (non-ASN) untuk mendukung operasional Rumah Sakit Perguruan Tinggi Negeri (RSPTN) Unila.
Tak hanya dokter dan perawat, lowongan ini juga tersedia bagi tenaga laboratorium, radiografer, ahli gizi, staf teknologi informasi, teknisi pemeliharaan rumah sakit, hingga juru masak.
Pendaftaran dibuka pada 12–16 Oktober 2026. Pelamar harus mengirimkan seluruh dokumen yang dipersyaratkan paling lambat 16 Oktober 2026 pukul 16.00 WIB.
Ketua Pelaksana Seleksi, dr. Yulita Tricia, MKM, menjelaskan bahwa rekrutmen tersebut dilakukan untuk memenuhi kebutuhan sumber daya manusia dalam menunjang penyelenggaraan dan operasional RSPTN Unila.
Pengadaan tenaga profesional non-ASN itu juga mengacu pada Surat Menteri Keuangan Nomor S-89/MK/PB/2026 tertanggal 4 Oktober 2026 tentang persetujuan jumlah dan komposisi pegawai tenaga profesional non-ASN pada Badan Layanan Umum Universitas Lampung.
Dari total 76 formasi, kebutuhan terbesar berasal dari tenaga kesehatan, khususnya perawat. Unila membuka 32 posisi perawat lulusan D3 Keperawatan dan 10 posisi perawat berpendidikan S1 Keperawatan Profesi Ners.
Selain itu, tersedia empat formasi dokter umum, satu dokter gigi, tiga bidan, dan satu perawat gigi.
Untuk mendukung pelayanan medis lainnya, Unila juga membutuhkan lima Ahli Teknologi Laboratorium Medik (ATLM), empat radiografer, satu fisikawan medik, satu tenaga elektromedik, empat Tenaga Teknik Kefarmasian (TTK), satu tenaga rekam medis, satu ahli gizi, satu petugas Central Sterile Supply Department (CSSD), serta satu tenaga kesehatan lingkungan.
Sementara itu, enam formasi tenaga nonkesehatan terdiri atas dua staf teknologi informasi, dua staf Instalasi Pemeliharaan Sarana dan Prasarana Rumah Sakit (IPSRS), serta dua juru masak.
Beragamnya posisi yang dibuka memperlihatkan bahwa operasional rumah sakit membutuhkan kerja bersama berbagai profesi. Pelayanan kepada pasien tidak hanya bergantung pada tenaga medis, tetapi juga pada tenaga pendukung yang memastikan fasilitas, peralatan, sistem informasi, hingga kebutuhan makanan berjalan dengan baik.
Persyaratan Pelamar
Rekrutmen ini terbuka bagi warga negara Indonesia yang memenuhi persyaratan umum dan khusus sesuai jabatan yang dipilih. Pelamar harus berusia minimal 21 tahun dan maksimal 35 tahun per 1 Oktober 2026, memiliki kualifikasi pendidikan yang sesuai, serta sehat jasmani dan rohani.
Untuk sejumlah formasi tenaga kesehatan, pelamar diwajibkan memiliki Surat Tanda Registrasi (STR), akun Satu Sehat, dan pengalaman kerja sesuai ketentuan masing-masing jabatan. Sertifikat kompetensi atau pelatihan tertentu juga menjadi nilai tambah untuk beberapa posisi.
Formasi juru masak, misalnya, mensyaratkan pendidikan minimal SMK Tata Boga dan pengalaman kerja sekurang-kurangnya satu tahun di dapur rumah sakit atau usaha katering.
Adapun pelamar staf teknologi informasi harus memiliki pendidikan minimal D3 bidang Sistem Informasi atau Teknik Elektro dan pengalaman kerja minimal satu tahun. Sementara itu, formasi IPSRS mensyaratkan pendidikan minimal D3 Teknik Elektro, Mesin, atau Sipil.
Calon peserta perlu memeriksa secara teliti persyaratan formasi yang dituju agar tidak terkendala pada tahap administrasi.
Dokumen yang harus disiapkan meliputi pasfoto terbaru, surat lamaran bermeterai Rp10.000, daftar riwayat hidup, surat keterangan sehat, SKCK, KTP, ijazah, transkrip nilai, serta dokumen pendukung lain sesuai persyaratan jabatan.
Pendaftaran Dilakukan Secara Daring
Pendaftaran dilakukan melalui tautan https://s.id/RSPTN_UNILA_26. Setiap pelamar hanya diperbolehkan memilih satu jabatan dengan menggunakan satu Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan satu alamat email pribadi.
Tahapan seleksi diawali dengan seleksi administrasi pada 12–18 Oktober 2026. Hasil seleksi administrasi dijadwalkan diumumkan pada 19 Oktober 2026.
Selanjutnya, seleksi potensi akademik berlangsung pada 21–23 Oktober, dengan pengumuman hasil pada 24 Oktober. Seleksi kompetensi teknis dan wawancara dijadwalkan pada 26–29 Oktober, sedangkan hasil akhir akan diumumkan pada 31 Oktober 2026.
Unila menegaskan bahwa seluruh proses rekrutmen tidak dipungut biaya. Masyarakat diimbau mewaspadai pihak yang meminta uang atau menjanjikan kelulusan dengan mengatasnamakan universitas maupun panitia seleksi.
Informasi resmi mengenai rekrutmen dapat diakses melalui laman www.unila.ac.id dan www.orpeg-bkku.unila.ac.id. Pelamar juga dapat menghubungi panitia melalui email rekrutmensdm@kpa.unila.ac.id.
Dengan beragamnya formasi yang tersedia, rekrutmen ini memberikan kesempatan kepada tenaga profesional dari berbagai latar belakang untuk mengambil bagian dalam pengembangan layanan rumah sakit pendidikan Unila. Bagi calon pelamar, ketelitian membaca persyaratan dan kelengkapan dokumen menjadi langkah awal untuk mengikuti proses seleksi.(Rls)



